Iran Serang Pangkalan Udara AS di Yordania dengan Rudal Balistik
Iran melancarkan serangan rudal balistik ke Pangkalan Udara Pangeran Hassan di Yordania, yang digunakan Amerika Serikat untuk operasi drone pengintaian, menurut laporan pada 3 September 2026.
Citra satelit dari akun Egypt’s Intel Observer memperlihatkan bekas terbakar di landasan dan beberapa hanggar pesawat di pangkalan tersebut. Jika benar akibat hantaman rudal Iran, landasan ini kemungkinan tidak bisa digunakan sementara waktu.
Pangkalan ini merupakan lokasi pengoperasian pesawat nirawak AS MQ-4C yang melakukan misi pengintaian di sekitar Iran. Serangan ini diumumkan sehari sebelum citra satelit dipublikasikan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Iran menyatakan rudal mereka menghantam hanggar pesawat nirawak RQ-4 dan MQ-9 serta infrastruktur teknis di pangkalan tersebut. Namun, belum ada konfirmasi independen atas penyebab bekas terbakar yang terlihat di citra satelit.
Egypt’s Intel Observer juga melaporkan citra serupa yang menunjukkan jejak serangan Iran di pangkalan militer AS di Bahrain dan Erbil, Irak.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, memperingatkan bahwa AS menghadapi "strategi baru" dari Iran yang akan "meruntuhkan fondasi" Washington dan membuat AS "tidak bisa keluar dari jurang neraka."
Rezaei menyebut upaya AS sebagai "putus asa" dan menegaskan strategi baru Iran akan terlihat di medan perang, diplomasi, dan ekonomi.
Serangan AS yang dimulai pada 30 Agustus 2026 menghantam sejumlah wilayah di Iran, mengakhiri jeda pertempuran selama sebulan. Media pemerintah Iran melaporkan sedikitnya 19 orang tewas, termasuk korban dalam serangan di acara pernikahan di Sirik, Iran bagian selatan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmael Baghaei, menyebut serangan AS itu sebagai "kejahatan perang" dan membela serangan balasan yang menargetkan pangkalan militer AS di Kuwait, Yordania, UEA, Bahrain, dan Erbil sebagai hak membela diri.
Iran juga menyerukan negara-negara di kawasan agar mencegah militer AS menggunakan wilayah mereka untuk menyerang Iran.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow