Iran Menolak Usulan Prancis Terkait Pembersihan Ranjau Laut di Selat Hormuz
Pemerintah Iran secara resmi menolak usulan Prancis untuk bekerja sama dalam melakukan penjinakan dan pembersihan ranjau laut di kawasan Selat Hormuz. Pihak Teheran menilai langkah tersebut sebagai bentuk provokasi.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, menegaskan bahwa segala bentuk keterlibatan asing di wilayah perairan tersebut dapat memperumit situasi maritim yang saat ini sudah sangat sensitif.
Dasar Hukum Operasi Selat Hormuz
Menurut otoritas Iran, regulasi mengenai pengelolaan wilayah perairan tersebut telah diatur dalam kesepakatan bilateral sebelumnya yang menempatkan Iran sebagai penanggung jawab utama maritim di area pantai mereka.
| Aspek Regulasi | Ketentuan Berdasarkan MoU AS-Iran |
|---|---|
| Penanggung Jawab Operasi | Sepenuhnya dilakukan oleh pihak Iran |
| Keterlibatan Asing / Paralel | Tidak diizinkan atau dilarang |
| Status Hukum Wilayah | Diatur dalam Pasal 5 MoU AS-Iran |
"Kami sangat menyarankan Prancis untuk tidak memperumit situasi dengan provokasinya," ujar Kazem Gharibabadi, dilansir Anadolu Agency, Selasa (30/06/2026).
Pernyataan keras dari Iran ini muncul setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan rencana kerja sama dengan Oman melalui media sosial untuk mengamankan jalur bebas hambatan di perairan tersebut.
Diplomasi regional Oman dan Prancis
Rencana penjinakan ranjau tersebut diumumkan Macron setelah mengadakan pembicaraan resmi dengan Sultan Oman Haitham bin Tariq dalam kunjungan kenegaraan pertamanya ke Prancis untuk membahas keamanan jalur logistik global.
| Negara Terkait | Peran dan Posisi dalam Konflik |
|---|---|
| Iran | Negara pantai pengelola Selat Hormuz |
| Prancis | Pengusul kerja sama pembersihan ranjau |
| Oman | Negara perbatasan selat yang berdialog dengan Prancis |
Di sisi lain, Iran dan Oman yang sama-sama berbatasan dengan selat tersebut sebenarnya baru saja menyelesaikan pertemuan perdana Komite Hormuz Bersama di Muscat pada Senin (29/06/2026).
"Selama kunjungan ke Muscat, pertemuan pertama Komite Hormuz Bersama telah diadakan," ungkap Kazem Gharibabadi, Selasa (30/06/2026).
Iran memperingatkan bahwa setiap upaya kapal untuk menghindari rute resmi yang telah ditetapkan di Selat Hormuz justru akan memicu peningkatan eskalasi ketegangan militer di Timur Tengah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow