Jaguar Land Rover Pangkas 4000 Karyawan Imbas Tekanan Bisnis
Produsen otomotif asal Inggris, Jaguar Land Rover (JLR), mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 4.000 karyawan secara bertahap selama dua tahun ke depan. Kebijakan ini diumumkan pada Rabu (9/9/2026) seperti dilansir dari Detik Finance.
Pemangkasan tenaga kerja tersebut sebagian besar menyasar karyawan di kantor pusat Inggris. Langkah efisiensi diambil untuk merespons persaingan ketat dari mobil listrik murah asal China, dampak serangan siber, serta ancaman kebijakan tarif impor dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Perusahaan berkomitmen untuk mendukung semua orang dengan penuh perhatian, keadilan, dan rasa hormat melalui proses pemutusan hubungan kerja," kata CEO Jaguar Land Rover, PB Balaji.
Pengurangan karyawan diawali melalui program PHK sukarela dengan batas waktu pengajuan hingga 4 Oktober. Setelah periode tersebut, JLR akan menerapkan PHK wajib bagi pegawai yang terdampak.
"Industri otomotif menghadapi tantangan signifikan, dengan perubahan teknologi di tengah persaingan ketat dan ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan," tambah PB Balaji.
Lewat program efisiensi ini, JLR menargetkan penghematan anggaran hingga 1,7 miliar poundsterling atau sekitar Rp 40,42 triliun dalam jangka dua tahun. Langkah ini dipicu penurunan penjualan sebesar 20 persen menjadi 22,9 miliar poundsterling pada laporan keuangan tahunan Maret lalu.
Kinerja bisnis JLR sempat terganggu akibat serangan siber tahun lalu yang menghentikan lini produksi selama lebih dari satu bulan. Selain itu, ketiadaan fasilitas pabrik di Amerika Serikat membuat perusahaan terpukul oleh kebijakan tarif impor AS.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow