Jaja Mihardja Abaikan Pantangan Makanan Dokter Pascaoertanda Sakit Komplikasi

Smallest Font
Largest Font

Aktor sekaligus pedangdut senior Jaja Mihardja mengaku masih kerap menyantap makanan pantangan dokter seperti durian dan kepala kambing di tengah pengawasan ketat keluarganya pada Jumat (4/9/2026), dilansir dari Detik Hot. Pengakuan tersebut disampaikannya saat ditemui di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

Keluarga sang seniman meningkatkan pengawasan pola makan setelah kondisi kesahatan seniman gaek tersebut sempat menurun akibat komplikasi. Jaja membeberkan bahwa menu durian dan daging kambing menjadi dua hidangan utama yang wajib dihindari sesuai instruksi medis.

"Itu dua tuh, duren ama kambing kalau bisa mah dilarang, nggak boleh," ungkap Jaja Mihardja tertawa.

Penyanyi kawakan ini membeberkan trik untuk menikmati hidangan kesukaannya tersebut secara diam-diam. Ia memanfaatkan momen ketika pihak keluarga sedang tidak mengawasinya secara langsung.

"Tapi kalau dia meleng, gua makan! Kan gua yang nyari duitnya, ngapa..." celetuknya sambil tertawa.

Anak-anak Jaja, terutama putri perempuannya, menjadi pihak yang paling gencar memberikan peringatan terkait kesehatan sang ayah. Mereka berupaya memastikan seluruh instruksi dokter dijalankan tanpa celah.

"Anak. Perempuan," lanjutnya.

Anak-anaknya memegang resep dan daftar pantangan dari tim medis untuk membatasi asupan makanan harian sang ayah secara ketat.

"Ya udah pokoknya yang dilarang ama dokter, kan ada resepnya tuh, lu jangan makan... dilarang abis sama anak," jelasnya.

Di samping persoalan pola makan, pria kelahiran Jakarta ini membagikan kenangan masa lalunya saat mengawali karier di panggung hiburan tanah air. Ia membeberkan perjuangan kerasnya saat baru terjun ke dunia seni peran sebelum mengenal deretan aktor senior lainnya.

Ketika dikonfirmasi mengenai kepastian dekade awal kariernya pada kisaran tahun 1960-an atau 1970-an, Jaja mengaku sudah tidak mengingat detail waktunya.

"Lupa umurnya, pokoknya udah lama. Udah pokoknya lupa udah," katanya.

Proses syuting pada era awal kariernya diakui tidak memberikan imbalan dalam bentuk uang tunai. Ia kerap menerima pembayaran dalam bentuk konsumsi harian selama berada di lokasi pengambilan gambar.

"Nggak dibayar. Dikasih makan enak aja pokoknya. Pagi kita datang, syuting. Alhamdulillah," kenangnya.

Sebelum menjajaki industri rekaman musik nasional, Jaja mengasah bakat olah vokalnya melalui panggung hiburan bersama penjual obat keliling.

"Saya sebelum rekaman, nyanyi itu nyanyi tukang obat," ungkapnya.

Pengalaman bermusik tersebut melibatkan arena pertunjukan sederhana yang dibatasi garis kapur sebelum acara dimulai.

"Dulu tukang obat namanya Abdul Khair. Kalau mau main, dipasang kapur dulu, kapur... selapangan badminton. Nggak boleh lewat dari situ.

Dia nyanyi dulu tuh. Gitu mulanya," cerita Jaja.

Pelantun tembang dangdut ini tercatat memiliki riwayat berbagai penyakit komplikasi medis serius. Jaja pernah mengidap infeksi paru-paru, gangguan ginjal, infeksi usus, diabetes, serta pembengkakan pembuluh darah di bagian kaki.

Kondisi kesehatan fisik Jaja sebelumnya sempat merosot tajam hingga tidak sadarkan diri. Pria gaek ini pernah dilarikan ke rumah sakit usai pingsan setelah menyelesaikan jadwal acara televisi serta seusai menjalankan ibadah salat Asar.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed