Jawa Tengah Pertahankan Juara Umum Kejurnas Panahan Junior 2026
Kontingen Jawa Tengah sukses mempertahankan predikat juara umum pada ajang MilkLife Archery Challenge Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, yang berlangsung pada 22-29 Juli 2026. Keberhasilan ini dipastikan setelah skuad Jawi Madya memuncaki perolehan medali dengan koleksi 26 emas, 22 perak, dan 30 perunggu, sebagaimana dilansir dari Bola.
Hasil manis yang ditorehkan oleh 80 atlet di kategori U10, U13, U15, dan U18 untuk divisi Recurve, Compound, serta Nasional tersebut menegaskan dominasi tim Jawa Tengah. Capaian ini menjadi gelar juara umum Kejurnas Junior yang kelima kalinya secara berturut-turut bagi skuad di bawah naungan Perpani Jawa Tengah sejak 2022.
Ketua Kontingen Jawa Tengah, Martin Sudarmono, mengapresiasi kerja keras para atlet yang telah melalui proses seleksi ketat sebelum tampil di ajang nasional ini.
"Capaian prestasi ini tak lepas dari konsistensi performa atlet Jawa Tengah. Mereka adalah atlet yang telah tersaring dari Kejurprov Junior pada Mei lalu, kemudian dipersiapkan untuk berjuang dan menampilkan yang terbaik di Kejurnas Junior ini," ujar Ketua Kontingen Jawa Tengah, Martin Sudarmono.
Martin menambahkan bahwa adaptasi terhadap kondisi cuaca di lapangan menjadi salah satu kunci penting keberhasilan timnya meraih target penutupan medali.
"Kami berharap potensi talenta atlet muda Jawa Tengah ini dapat menjadi bekal untuk event selanjutnya seperti Popnas maupun Kejurnas Senior. Tantangan kali ini tidak mudah karena arah angin sering berubah cepat, tapi kejelian atlet kami untuk membuat keputusan membawa anak panah mereka tepat target," lanjut Martin Sudarmono.
Pundi-pundi emas terakhir Jawa Tengah disumbangkan oleh Jabr Rajaa’Challe dari nomor Individu Nasional U15 Putra usai menundukkan atlet Jawa Timur, Muhammad Airlangga Ramadhan Adz Zikra, dengan set point 6-4. Pemanah asal Jepara tersebut juga sukses menyabet medali emas tambahan pada nomor Beregu Nasional U-15 Putra.
"Tidak menyangka akan melaju ke final dan mendapat emas, karena ini baru pertama kalinya saya ikut kejurnas setelah menekuni olahraga panahan sejak 2023," ujar atlet panahan Jawa Tengah, Jabr Rajaa’Challe.
Pemanah belia ini mengaku sempat kurang percaya diri pada tahun sebelumnya sebelum akhirnya mantap unjuk kebolehan di tingkat nasional.
"Tahun lalu sempat ragu untuk ikut karena belum percaya diri dengan tembakan saya. Tapi kali ini saya membuktikan hasil latihanku dan berani tampil di level nasional. Medali emas ini aku persembahkan untuk kedua orang tua, pelatih dan Jawa Tengah," kata Jabr Rajaa’Challe.
Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Perpani, Abdul Razak, menilai kejuaraan ini menjadi sarana pembentukan mental bertanding atlet muda dengan standar internasional.
"Kualitas pemanah muda tahun ini semakin meningkat yang dapat dilihat dari perebutan perolehan medali yang sangat kompetitif. Ini sinyal yang positif untuk perkembangan olahraga panahan dalam artian pemanah dari berbagai daerah bisa saling bersaing dengan ketat," ujar Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Perpani, Abdul Razak.
Razak menganggap penyelenggaraan kompetisi berkualitas sangat krusial demi menjaga regenerasi atlet panahan di tingkat senior.
"Harapan kami semakin banyak event berkualitas bisa menjadi kawah candradimuka bagi atlet muda yang akan menjadi regenerasi pemanah senior. Kami juga mengapresiasi Djarum Foundation yang menghadirkan fasilitas dan kualitas penyelenggaraan dengan standar mendekati Archery World Cup," kata Abdul Razak.
Pengalaman bertanding di atmosfer profesional diharapkan mampu menyiapkan para pemanah belia menuju kompetisi dunia dalam jangka panjang.
"Pengalaman seperti ini sangat penting agar atlet muda terbiasa dengan atmosfer pertandingan profesional dan siap bersaing ketika tampil di panggung internasional," kata Abdul Razak.
Menurutnya, ekosistem pembinaan berjenjang dari usia dini merupakan langkah tepat untuk melanjutkan tradisi medali panahan Indonesia di level internasional.
"Panahan menjadi salah satu cabang olahraga unggulan Indonesia yang sudah menyumbangkan medali di level Olimpiade. Melihat potensi pemanah muda yang berkompetisi kali ini, kami optimistis merekalah yang akan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di panggung dunia dalam 10 hingga 15 tahun mendatang," tutup Abdul Razak.
Program Associate Bakti Olahraga Djarum Foundation, Edi Supriyanto, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembinaan olahraga panahan secara berkesinambungan.
"Kami meyakini prestasi tidak lahir secara instan, tapi dibangun melalui pembinaan yang berjenjang dan berkesinambungan. Setelah mengenal dan menekuni olahraga panahan melalui MilkLife Archery Challenge, mereka memiliki kesempatan untuk menantang diri ke level lebih kompetitif seperti di kejurnas junior ini," ujar Program Associate Bakti Olahraga Djarum Foundation, Edi Supriyanto.
Langkah pembinaan yang konsisten diharapkan mampu mempertahankan rekam jejak prestasi panahan Indonesia dari level regional hingga Olimpiade.
"Dengan pembinaan yang terstruktur dan konsisten, kami berharap akan banyak pemanah potensial lahir yang melanjutkan tradisi prestasi Indonesia di berbagai kejuaraan internasional termasuk Olimpiade," lanjut Edi Supriyanto.
Penyelenggaraan kejuaraan ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat posisi Kabupaten Kudus sebagai kota tujuan wisata olahraga melalui rentetan event nasional.
"Kehadiran atlet, ofisial bahkan pendukung dari berbagai daerah ke Kudus memberikan multiplier effect bagi masyarakat. Dengan demikian, olahraga tidak hanya menjadi sarana pembinaan prestasi, tetapi juga mampu menggerakkan sport tourism dan perekonomian lokal," ujar Edi Supriyanto.
Edi berharap perhelatan ajang olahraga bergengsi dapat semakin menggeliatkan perekonomian kawasan setempat secara menyeluruh.
"Harapan kami, Kudus semakin dikenal sebagai kota yang memiliki ekosistem olahraga kuat dan menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan bergengsi," kata Edi Supriyanto.
| Posisi | Kontingen | Emas | Perak | Perunggu | Total |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Jawa Tengah | 26 | 22 | 30 | 78 |
| 2 | Jawa Barat | 20 | 18 | 18 | 56 |
| 3 | DKI Jakarta | 18 | 11 | 20 | 49 |
| 4 | DI Yogyakarta | 17 | 8 | 7 | 32 |
| 5 | Kalimantan Timur | 9 | 7 | 2 | 18 |
| 6 | Kepulauan Riau | 7 | 8 | 9 | 24 |
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow