Jawa Tengah Gelar MTQ Nasional XXXI dengan Semarak dan Dampak Ekonomi

Smallest Font
Largest Font

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 berlangsung dengan meriah di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, pada Jumat malam, 11 September 2026. Gelaran ini diikuti oleh peserta dan tamu dari seluruh Indonesia sekaligus menghadirkan berbagai kegiatan pendukung.

Acara Malam Ta’aruf diisi dengan suguhan kuliner khas Jawa Tengah yang menarik perhatian para tamu dari 37 provinsi. Menu seperti garang asem, tahu gimbal, nasi rawon, wedang ronde, lumpia, dan jajanan tradisional lainnya menjadi favorit.

Kafilah dari Jawa Barat dan Kalimantan Barat mengaku sangat menikmati cita rasa kuliner tersebut. Salah satu peserta menyatakan, "Tadi saya cicipi wedang ronde, tahu gimbal, garang asem, dan nasi rawon," ujar Agus Samsudin dari Jawa Barat.

Rohadi dari Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Barat menambahkan, "Lumpianya enak betul, insyaallah menjadi oleh-oleh utama kami." Sementara Nana Triana Samsul Bahri memuji olahan rebung dalam lumpia khas Semarang sebagai sesuatu yang unik dibandingkan daerah asalnya.

Kepala Biro Kesra Setda Sumatera Selatan, Muhammad Sunarto, juga memuji kuliner Jawa Tengah. "Alhamdulillah syukur pada malam hari ini welcome dinner ini sangat luar biasa, makannya sangat enak dan ini sungguh selera kami," ujarnya. Ia berharap keberhasilan Jawa Tengah sebagai tuan rumah membawa kesuksesan prestasi dan ekonomi.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa kuliner daerahnya memang menarik dan mampu memikat siapa saja. "Di Jawa Tengah itu kulinernya menarik hati. Ada tahu gondrong atau gimbal, ada soto, semuanya ada," kata Luthfi.

Selain aspek kuliner, MTQ Nasional XXXI juga menjadi arena perjuangan tiga santriwati Kebumen yang berkompetisi di cabang Qiroat Murottal Remaja Putri, Tahfiz 10 Juz Putri, dan Kaligrafi Putri. Kepala Kantor Kementerian Agama Kebumen, H. Anif Solikhin, mengingatkan mereka untuk niatkan perjuangan sebagai ibadah.

"Membaca Al-Qur’an adalah ibadah. Laksanakan tugas ini sebagai bagian dari ibadah. Tidak perlu memikirkan beban.

Laksanakan dengan niat ibadah dan syiar. Masalah juara adalah bonus," pesan Anif.

Perjuangan para santri mendapat dukungan penuh dari Kemenag Kebumen yang memberikan uang pembinaan sebagai semangat tambahan selama mengikuti lomba.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyatakan bahwa MTQ Nasional juga menjadi pendorong ekonomi melalui partisipasi UMKM dari 35 provinsi. Berbagai produk unggulan dipamerkan di Gama Plaza dan Lapangan Parkir Eks E Plaza, Semarang.

"Kami ingin mengenalkan UMKM dari seluruh Nusantara. Momentum ini menjadi sarana promosi untuk membuka peluang pasar baru," ujar Taj Yasin usai Malam Ta’aruf.

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengapresiasi kesiapan Jawa Tengah sebagai tuan rumah setelah 47 tahun dan menilai MTQ kali ini sebagai pesta rakyat lintas agama yang menyatukan masyarakat Indonesia.

"MTQ dimeriahkan bukan hanya oleh umat Islam, tetapi juga menjadi pesta rakyat bagi masyarakat dari semua agama. Inilah Indonesia," kata Nasaruddin.

Menurutnya, MTQ Nasional diikuti 2.242 peserta dari 37 provinsi dengan 155 dewan hakim yang mengawal penilaian secara profesional dan transparan. Penyelenggaraan cabang lomba tersebar di berbagai lokasi di Semarang.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama dan LPTQ Pusat atas kepercayaan menjadi tuan rumah. Ia melaporkan hampir 7.831 tamu telah datang ke Jawa Tengah, memadati hotel dan jasa kendaraan rental, menandai tingginya antusiasme masyarakat.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed