Jawa Timur Dominasi Kategori Elite Indonesia Muaythai Championship 2026

Smallest Font
Largest Font

Kontingen Jawa Timur tampil mendominasi di kategori Elite ajang Indonesia Muay Thai Championship (IMC) 2026 yang berakhir pada Minggu, 9 Agustus 2026, di GOR Abdu Rosyad, Kota Bekasi. Dalam kejuaraan nasional yang diikuti 544 peserta dari 18 Pengprov ini, atlet-atlet Jawa Timur sukses mengamankan 16 medali emas, 3 perak, dan 1 perunggu di kelas paling bergengsi tersebut.

Secara keseluruhan perolehan medali, Jawa Barat menduduki peringkat teratas dengan mengumpulkan 41 medali emas, 49 perak, dan 48 perunggu. Jawa Timur menyusul di urutan berikutnya dengan total 55 medali, sementara DKI Jakarta mengantongi 41 medali. Tingginya jumlah nomor kategori Youth yang dipertandingkan membuat peta raihan medali secara umum berbeda dengan tingkat dominasi di kelas Elite.

Keberhasilan Jawa Timur menjuarai etalase utama kompetisi didukung oleh kemenangan di 16 nomor Elite, mencakup kelas pertandingan fisik hingga kategori seni Muaythai. Sederet atlet seperti Alfiatus Sholehah (43 kg putri), Muhammad Rafif (45 kg putra), Fausta Latifah El Fatihah (48 kg putri), Galih Bangkit (48 kg putra), Dwi Nur Halimah (51 kg putri), Qavah Gavra Nicholas (54 kg putra), Abdul Ghoni (57 kg putra), Anisa Nur Rahmaniyah (60 kg putri), Agung Wahyudi (63,5 kg putra), Faris Chandra Setiawan (65 kg putra), Bangkit Jaya Putra (70 kg putra), serta Erisko Munthe (75 kg putra) berhasil mengamankan podium tertinggi. Di kategori seni, emas diraih pasangan Aldento Brilliant dan Novita Angie Ayuni pada nomor Waikru, Najla Nur Salsabila dan Rini Renita pada Mae Muay putri, serta Aldento Brilliant dan Dimas Lukito Wardhana pada Mae Muay putra.

Hasil memuaskan di tingkat Elite ini dinilai sebagai bukti keberhasilan program pembinaan atlet daerah secara berkelanjutan.

"Alhamdulillah, hasil ini sangat membanggakan. Apa yang diraih atlet-atlet Jawa Timur menunjukkan bahwa pembinaan yang kami lakukan mulai memberikan hasil. Mereka tidak hanya memiliki kemampuan teknik, tetapi juga mental bertanding yang kuat dan mampu tampil maksimal di pertandingan," kata Manajer Muaythai Jawa Timur, Soldier Of Fortuna, saat dihubungi pada Senin, 10 Agustus 2026.

Ketatnya persaingan antarwilayah dalam kejurnas ini dijadikan landasan untuk terus melakukan pembenahan performa pada kejuaraan mendatang.

"Kami tentu tidak ingin berhenti di sini. Hasil ini menjadi motivasi untuk terus memperbaiki pembinaan, meningkatkan kualitas atlet dan mempersiapkan mereka agar semakin siap menghadapi kompetisi di tingkat nasional maupun internasional," kata Soldier Of Fortuna.

Sementara itu, Sekretaris Umum Pengprov Muay Thai Jawa Barat, D.K.P. Tine Yowargana, menyatakan bahwa status pengumpul medali terbanyak secara keseluruhan bagi daerahnya merupakan buah dari kesiapan matang seluruh tim.

"Saya sangat bersyukur , hasil ini sangat membanggakan. Para atlet Jawa Barat tampil luar biasa, bukan hanya dari sisi teknik dan fisik, tetapi juga mental bertanding. Mereka mampu menjaga fokus, menjalankan strategi yang diberikan pelatih, dan menunjukkan semangat juang yang tinggi di setiap pertandingan," kata Sekretaris Umum Pengprov Muay Thai Jawa Barat, D.K.P. Tine Yowargana.

Tine menambahkan bahwa pencapaian ini diharapkan menjadi pijakan awal untuk terus mendongkrak performa para atlet Jabar.

"Medali ini bukan sekadar angka. Di balik setiap medali ada latihan panjang, disiplin, pengorbanan, dan keberanian para atlet untuk bertanding membawa nama Jawa Barat. Kami sangat mengapresiasi perjuangan mereka.

Ini harus menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas atlet agar semakin siap menghadapi kejuaraan nasional maupun internasional," kata D.K.P. Tine Yowargana.

Pengurus Besar Muay Thai Indonesia (PBMI) memanfaatkan IMC 2026 sebagai ajang seleksi atlet menuju agenda internasional, seperti SEA Games 2027 di Malaysia dengan target minimal dua emas, serta PON 2028. Selain itu, Indonesia sedang bersiap menjadi tuan rumah Asian Muay Thai Championship 2027 di Jakarta.

"Kita semua telah menyaksikan sebuah perubahan besar. Hasil dari Pelatihan Wasit dan Juri berstandar IFMA yang baru saja kita laksanakan, benar-benar diaplikasikan dalam Kejurnas ini," kata Ketua Pengurus Besar Muay Thai Indonesia (PBMI), AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, dalam rilis kepada detikSport.

La Nyalla turut mengapresiasi panitia, Pemkot Bekasi, tim medis, dan masyarakat yang telah mensukseskan kejuaraan ini sebagai ajang mempererat persaudaraan antardaerah.

"Semua final berjalan lancar. Pastinya ada cedera karena ini olahraga combat, tetapi semuanya dapat ditangani dengan baik oleh tim medis. Kejurnas ini menjadi ajang penyaringan bakat PBMI ke acara-acara internasional, khususnya tahun depan," kata Sekretaris Jenderal PBMI, Azwan Karim.

PBMI menegaskan bahwa sistem promosi-degradasi tetap berlaku, sehingga para pemenang Kejurnas tidak otomatis mendapatkan posisi permanen di Pelatnas.

"Yang paling penting dari Kejurnas ini adalah kita bisa melihat potensi-potensi terbaik dari berbagai daerah. Setiap daerah memiliki kekuatan masing-masing, dan prestasi Jawa Timur di kategori Elite menjadi salah satu bukti bahwa pembinaan di daerah terus menghasilkan atlet-atlet berkualitas," kata Sekretaris Jenderal PBMI, Azwan Karim, dilansir dari RRI.

Seluruh hasil kompetisi ini akan menjadi bahan evaluasi berkala bagi setiap Pengprov maupun PBMI dalam menyaring skuat nasional.

"Hasil ini tentu menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan. Para atlet yang tampil baik di sini akan menjadi bagian dari proses evaluasi PBMI untuk menghadapi berbagai agenda ke depan, baik nasional maupun internasional," kata Azwan Karim.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed