Jepang Kirim Tiga Helikopter CH-47 Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan

Smallest Font
Largest Font

Jepang mengerahkan tiga helikopter berat CH-47 untuk membantu Indonesia dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, sebagai respons atas permintaan pemerintah Indonesia, dilansir dari Detik iNET.

Ketiga helikopter tersebut akan dibawa ke Indonesia menggunakan kapal JS Kunisaki setelah seluruh persiapan selesai. Helikopter jenis Chinook ini dikenal memiliki kemampuan membawa muatan besar dan melakukan water bombing, sangat cocok untuk operasi bencana.

CH-47 Chinook memiliki desain khas dengan dua rotor besar yang ditempatkan di bagian depan dan belakang badan pesawat, memungkinkan daya angkat besar tanpa rotor ekor. Varian CH-47JA yang digunakan Jepang memiliki panjang 30,18 meter, tinggi 5,69 meter, dan bobot maksimum 22,7 ton.

Helikopter ini ditenagai dua mesin turboshaft dan memiliki kecepatan jelajah sekitar 260 km/jam dengan jangkauan 1.040 km. Kabinnya mampu membawa tiga awak dan hingga 55 personel, memungkinkan pengangkutan pasukan, petugas, dan peralatan ke daerah sulit dijangkau.

Salah satu kemampuan penting CH-47 adalah membawa air dalam jumlah besar menggunakan Bambi Bucket berkapasitas 5.000 liter yang digantung bawah badan helikopter. Dalam operasi, bucket ini diisi dari sumber air lalu dijatuhkan ke lokasi kebakaran, membantu pemadaman dari udara.

Jepang belum mengumumkan konfigurasi bucket yang akan digunakan dalam operasi di Kalimantan. Selain water bombing, Chinook juga dapat membawa personel dan perlengkapan pemadam ke area terpencil yang sulit diakses.

Kementerian Pertahanan Jepang mengumumkan pengerahan helikopter JSDF pada 28 Agustus 2026 sebagai bagian dari bantuan bencana internasional. "Dalam menanggapi kerusakan parah akibat kebakaran hutan di Kalimantan, Indonesia, atas permintaan Pemerintah Republik Indonesia, Jepang telah memutuskan untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran dengan helikopter JSDF," tulis Kementerian Pertahanan Jepang melalui akun resminya.

Pengumuman ini muncul setelah pertemuan trilateral tingkat menteri pertahanan antara Indonesia, Jepang, dan Australia pada 26 Agustus 2026, yang membahas situasi keamanan di Indo-Pasifik dan kerja sama pertahanan.

Hingga kini, belum dijelaskan di mana ketiga helikopter akan ditempatkan atau kapan operasi pemadaman akan dimulai di Kalimantan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed