Kemenhut Ajukan Tambahan Anggaran Rp 4,68 Triliun untuk Cegah Karhutla 2027

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Kehutanan mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 4,68 triliun untuk tahun anggaran 2027 guna memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Usulan ini disampaikan setelah pagu anggaran tambahan yang disetujui hanya sebesar Rp 1,55 triliun, dari total kebutuhan sebesar Rp 6,23 triliun, menurut Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Raja Juli menjelaskan bahwa anggaran tambahan tersebut akan digunakan untuk penguatan kelembagaan hutan di daerah, pengentasan kemiskinan ekstrem, pemulihan bencana, serta penguatan tata kelola kawasan hutan.

"Kementerian Kehutanan telah mengusulkan anggaran belanja tambahan sebesar Rp 6,238 triliun, yang akan digunakan untuk: a. penguatan kelembagaan hutan di daerah; b. pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan; c. pengentasan kemiskinan ekstrem dan pemulihan bencana; d. penguatan tata kelola kawasan hutan," kata Raja Juli di rapat DPR.

Ia menambahkan bahwa sebagian dana juga dialokasikan untuk memperkuat patroli keamanan hutan di wilayah yang rawan kebakaran, termasuk rencana penyewaan enam helikopter dan enam pesawat water bomber untuk mendukung pemantauan dan penanganan karhutla.

"Penguatan dukungan operasional tersebut antara lain dilakukan dengan menyewa 6 unit helikopter dan 6 unit pesawat water bomber yang akan digunakan secara terintegrasi untuk mendukung kegiatan patroli, pemantauan kondisi kawasan hutan, deteksi dini, penanganan dan pemadaman Karhutla secara cepat dan efektif," ujar Raja Juli.

Menurut Raja Juli, skema penyewaan lebih efisien dan fleksibel dibandingkan pembelian armada karena mengurangi biaya pemeliharaan dan risiko teknis pesawat.

"Kami memandang skema sewa lebih tepat dibanding pembelian aset, karena membutuhkan belanja modal awal yang lebih rendah, tidak membebani pemerintah dengan biaya pemeliharaan dan risiko teknis pesawat, serta memberikan fleksibilitas dalam menyusun jumlah, jenis armada sesuai tingkat kerawanan Karhutla setiap tahunnya," tambahnya.

Anggaran operasional untuk penyewaan 12 pesawat udara tersebut diperkirakan mencapai Rp 1,54 triliun per tahun, dengan kebutuhan operasional selama 8 bulan periode normal dan 4 bulan periode rawan karhutla.

Di sisi lain, anggota Komisi IV DPR RI dari PDIP, Sonny T. Danaparamita, mengkritik alokasi anggaran Kemenhut yang dinilai masih lebih berorientasi pada pemadaman ketimbang pencegahan.

"Anggaran-anggaran karhutla yang ada ini kok saya masih melihatnya berorientasi memadamkan daripada mencegah. Di slide terakhir tadi contoh 1,7 kalau nggak salah gambarnya perbandingan antara sewa dan beli heli. Kenapa tidak ada perbandingan antara mencegah itu biayanya berapa, kalau sewa itu biayanya berapa?" ujar Sonny dalam rapat kerja DPR.

Sonny menilai Kemenhut terkesan pasrah dengan karhutla yang dianggap sebagai agenda tahunan, bukan sebagai permasalahan yang harus dicegah secara serius.

"Kayaknya kita sudah menyadari bahwa karhutla ini akan jadi kalender tahunan. Saya melihat ini sikapnya sikap yang pasrah, bukan tawakal, begitu katanya Ustaz," ungkapnya.

Ia juga menyoroti ketimpangan anggaran, di mana hanya Rp 108 miliar dialokasikan untuk pelibatan masyarakat dalam pencegahan, sementara Rp 1,54 triliun untuk sewa helikopter.

"Itu bisa dilihat tadi dari Rp 1,746 triliun, Rp 108 M-nya hanya untuk pelibatan masyarakat dalam pencegahan kerusakan hutan, Rp 1,54 T-nya untuk sewa helikopter kalau nggak salah begitu. Ketimpangannya sangat, sangat jauh," tambah Sonny.

Sementara itu, laporan dari beberapa wilayah di Indonesia menunjukkan tren penurunan titik panas kebakaran hutan dan lahan, seperti di Riau dan Jambi yang sudah nihil titik panas pada akhir Agustus.

Namun, beberapa daerah seperti Kalimantan Tengah masih menghadapi tantangan signifikan dalam mengendalikan karhutla, sesuai laporan media Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan penyelesaian karhutla dalam waktu satu hingga dua pekan, dengan pengerahan sumber daya besar-besaran untuk memadamkan api.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed