John Herdman Pantau Mitchell Baker dan Luke Vickery untuk Dinaturalisasi

Smallest Font
Largest Font

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memantau langsung dua calon pemain naturalisasi, Mitchell Baker dan Luke Vickery, dalam pertandingan internal di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu (30/5/2026).

Gim internal yang membagi 26 pemain menjadi Tim Merah dan Tim Putih ini berakhir dengan skor 5-4 untuk kemenangan Tim Putih melalui catatan hattrick Jens Raven ke gawang Cahya Supriadi. Selain kedua calon pemain naturalisasi tersebut, Mathew Baker juga hadir memenuhi undangan latihan dari Herdman.

"Mitchell dan Luke, mereka adalah dua pemain yang kami pantau dalam pendekatan naturalisasi," kata John Herdman.

Jeda kompetisi dimanfaatkan oleh tim pelatih untuk melihat langsung kualitas permainan serta mempercepat proses adaptasi kedua pemain tersebut dengan skuad Garuda.

"Kami memiliki strategi untuk kedua pemain tersebut. Masa libur mereka sebenarnya cukup cocok dengan pemusatan latihan ini. Mitchell sedang libur kuliah dan Luke mendapat izin dari klub A-League-nya untuk berlatih bersama kami minggu ini," Herdman mengungkapkan.

Saat ini, Mitchell Baker yang lahir di Melbourne pada 11 Desember 2006 bermain sebagai penyerang tengah untuk tim kampus Georgetown Hoyas di Amerika Serikat. Sementara itu, Luke Vickery yang lahir di Hawaii pada 25 Oktober 2005 merupakan penyerang sayap klub kasta tertinggi Australia, Macarthur FC.

"Ini adalah kesempatan bagus bagi saya untuk melihat para pemain ini dan memahami kualitas mereka. Mereka juga akan ikut dalam pemusatan latihan bulan Juni. Mereka akan berlatih bersama tim juga. Mereka akan berlatih sebagai pemain minggu ini karena proses naturalisasi membutuhkan waktu," ujar pelatih kelahiran Inggris ini.

Herdman memproyeksikan Luke Vickery dan Mitchell Baker untuk memperkuat Timnas Indonesia pada ajang Piala AFF 2026 yang berlangsung Juli mendatang, bukan untuk FIFA Matchday Juni 2026, sembari menunggu penyelesaian berkas kewarganegaraan.

"Tidak di bulan Juni [untuk Mitchell dan Luke]. Kami tetap berharap, kami harap pemerintah dan para pejabat yang mengelola proses ini yang telah sangat luar biasa membantu tim nasional. Kami harap mereka dapat mendukung kami," ucap Herdman.

Selain memantau calon pemain naturalisasi, kehadiran Mathew Baker dalam sesi latihan tim senior ini juga menjadi bagian dari strategi Herdman untuk melakukan percepatan karier pemain muda potensial.

"Matthew adalah talenta muda yang menjanjikan.Yang saya pelajari adalah, ketika Anda melihat pemain dengan potensi seperti itu, important untuk mempercepat kariernya dengan cepat," kata Herdman.

Sebelum dipanggil ke tim senior, Mathew Baker aktif memperkuat Timnas U17 di Piala Asia U17 2026 dan langsung berlanjut ke skuad U20 arahan Nova Arianto.

"Karena jendela waktu untuk memindahkan pemain dari mungkin Liga ke Divisi 1 dan Divisi 2 di Eropa sangat singkat. Jika seorang pemain memiliki kesempatan di level internasional, mereka mendapat lebih banyak peluang untuk diperhatikan dan mereka berkembang dengan cepat," ujarnya.

Herdman menambahkan bahwa kebijakan mengintegrasikan pemain muda ke tim senior tetap harus dijalankan demi perkembangan sepak bola Indonesia, meskipun saat ini skuad Garuda sudah dihuni oleh banyak pemain berpengalaman.

"Saya mengalami hal ini dengan Jonathan David di Kanada. Kami merekrutnya saat berusia 17 tahun untuk bermain di KAA Gent, tetapi kami mempercepat kariernya. Kami memberinya kesempatan meskipun mungkin ada pemain yang lebih tua yang bisa bermain," dia menjelaskan.

Melalui metode tersebut, Jonathan David berhasil berkembang pesat hingga mampu menembus kompetisi level tertinggi di Liga Prancis setelah tampil impresif di ajang Gold Cup.

"Dia pernah bermain di Gold Cup, di mana dia dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen dan meraih sepatu emas (golden boot). Tak lama kemudian, dia bermain di Prancis di level tertinggi. Inilah cara yang saya yakini dapat membantu para pemain muda kami."

Setelah merampungkan agenda latihan bersama tim senior di Jakarta hingga 30 Mei 2026, Mathew Baker dijadwalkan segera bertolak ke Medan untuk bergabung kembali dengan Timnas U19 dalam persiapan ASEAN U19 Championship 2026.

"Buffon (Muhammad Alfharezzi), Matthew Baker, adalah cara untuk memperkenalkan mereka ke tim nasional. Semoga mereka bisa lebih cepat naik ke level berikutnya jika mereka memiliki kemampuan," tegas pelatih berusia 50 tahun ini.

Pelatih Timnas U19 Indonesia, Nova Arianto, mengonfirmasi bahwa Mathew Baker difungsikan sebagai rekan tanding selama skuad senior belum lengkap sebelum sang pemain kembali fokus ke turnamen di Medan.

Dilansir dari bola.kompas.com, pertandingan internal tersebut turut diikuti oleh sejumlah pemain reguler seperti Egy Maulana Vikri, Thom Haye, Marc Klok, Saddil Ramdani, hingga Marselino Ferdinan.

Berikut adalah rincian peran dan status Mathew Baker dalam program pemusatan latihan nasional saat ini:

Kategori InformasiKeterangan Detail
Status di Tim SeniorDipanggil untuk berlatih bersama (magang)
Pelatih yang MemanggilJohn Herdman
Target Turnamen UtamaASEAN U19 Championship 2026
Lokasi TurnamenMedan, Sumatera Utara

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed