John Herdman Rombak Skuad Timnas Indonesia Lewat Proses Regenerasi
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menunjuk pelatih asal Inggris John Herdman untuk menangani transisi Timnas Indonesia demi mempersiapkan proses regenerasi jangka panjang menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030.
Langkah strategis ini diambil setelah skuad Garuda dipastikan gagal melangkah lebih jauh dari ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 di bawah kepelatihan Patrick Kluivert sebelumnya.
Dalam wawancara khusus bersama Antara, John Herdman memaparkan visi kepelatihannya yang berfokus pada pengembangan talenta-talenta muda potensial di tanah air.
"Saya tidak memantau pemain berusia 28 hingga 36 tahun meski mereka menawarkan sesuatu yang menarik. Saya begitu tertarik dengan talenta muda ini. Seperti yang anda bilang tadi, Doni Tri adalah salah satu contoh yang menarik perhatian dalam pemusatan latihan terakhir," kata Herdman.
Mantan pelatih Timnas Kanada ini berkomitmen penuh untuk mempercepat menit bermain para pesepak bola muda di kompetisi tertinggi seperti Piala AFF 2026 mendatang.
"Kami ingin mengakselerasi pemain muda untuk mendapatkan jam terbang seperti (Alfahrezzi) Buffon, pemain berusia 19 tahun yang mendapatkan banyak menit bermain bersama Borneo FC yang berkompetisi di kasta tertinggi liga. Pemain seperti itu membutuhkan banyak kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya di standar tinggi. Dan sebagai pelatih, saya punya komitmen terhadapnya," ujar Herdman.
Selain memaksimalkan kompetisi regional, Herdman juga berambisi mendorong para pemain muda Indonesia agar bisa menembus liga-liga top dunia seperti pengalamannya memoles bintang dunia.
"Saya mempunyai pengalaman dengan Alphonso Davies di Kanada. Kamu lihat ada anak 16 tahun berasal dari Kanada dan pindah ke Bayern Muenchen. Bukan hanya pindah, tapi memainkan setiap pertandingan dan meraih quadruple termasuk Liga Champions di usia 18 tahun. Kemudian seperti yang terjadi, setiap anak di Kanada ingin menjadi Alphonso Davius," ungkap Herdman.
Arsitek tim berusia 50 tahun tersebut meyakini kolaborasi yang kuat antara pemain kompetisi domestik dan pemain diaspora akan membentuk tim yang tangguh.
"Saya ingin mengkombinasikan pemain-pemain yang bersedia mati untuk negara ini, yang saya pikir kombinasi antara pemain domestik bersama pemain dengan kecerdikan taktis dari pemain diaspora yang bermain di Serie A atau Bundesliga," ujar Herdman.
Dilansir dari YouTube Antara TV Indonesia, Herdman menambahkan bahwa turnamen terdekat akan dimanfaatkan secara maksimal untuk menyaring kesiapan komposisi tim.
"Ya, persiapan adalah rekayasa balik. Pertama, saya harus memahami siapa saja kumpulan pemain yang akan ada," ujar Herdman.
Evaluasi menyeluruh terhadap performa pemain lokal akan menjadi agenda utama tim kepelatihan selama turnamen antarnegara Asia Tenggara berlangsung.
"Jadi, sekarang saya punya kesempatan melalui Piala AFF untuk menilai pemain domestik. Saya ingin memastikan bahwa saya memberi kesempatan kepada pemain muda di turnamen itu," jelas Herdman.
Meskipun masyarakat menginginkan trofi juara, Herdman menegaskan bahwa proses pembinaan pemain menuju Piala Dunia tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
"Jadi, saya tahu orang Indonesia ingin memenangkan Piala AFF, tetapi kemenangan harus dilakukan dengan cara yang benar."
"Kami perlu memberi kesempatan kepada pemain muda potensial yang menurut saya bisa membantu kami untuk Piala Dunia dan menjadi bagian dari grup itu, tetapi juga membantu kami untuk Piala Dunia 2030," ucapnya.
Melalui jendela internasional resmi, Timnas Indonesia juga dijadwalkan melakoni laga uji coba krusial melawan tim asal Timur Tengah pada Juni 2026.
"Jadi, satu bagian adalah Piala AFF, menilai kumpulan pemain domestik untuk memahami pemain mana yang bisa membantu kami untuk Piala Asia 2027," ungkap Herdman.
Pertandingan uji coba melawan Timnas Oman dirancang secara taktis agar para penggawa Garuda terbiasa menghadapi dan mematahkan dominasi gaya main tim-tim semenanjung Arab.
"Kemudian, di sisi lain, ada jendela Juni 2026, yang memberi kami kesempatan menghadapi Oman, yang merupakan negara Timur Tengah yang harus kami pelajari cara mengalahkannya. Itu satu hal."
"Kami perlu belajar bagaimana mengalahkan tim-tim tersebut dan mendominasi mereka," tutur Herdman.
Di sisi lain, kebijakan penambahan lima pemain naturalisasi baru untuk mendongkrak kualitas lini serang Timnas Indonesia mendapatkan respons langsung dari internal pemain.
Dilansir dari KOMPAS.com, penyerang Persija Jakarta Mauro Zijlstra menyatakan tidak keberatan dengan hadirnya amunisi baru di lini depan skuad Garuda.
"Tentu saja, jika mereka bisa membantu tim, itu bagus. Jadi bagi saya, naturalisasi, asalkan itu membantu tim, tidak ada masalah," kata Zijlstra.
Pemain berusia 21 tahun tersebut menegaskan tidak mempermasalahkan persaingan ketat dalam memperebutkan posisi utama di bawah asuhan pelatih baru.
"Saya belum tahu kualitasnya (pemain baru tersebut) tapi kita lihat saja nanti. Dan jika memang bagus, maka saya ikut senang," jelasnya.
Bagi Zijlstra, keberadaan pemain berkualitas lain justru menjadi motivasi tambahan untuk meningkatkan ketajaman performanya di atas lapangan hijau.
"Tuntunya tidak. Anda akan selalu menghadapi persaingan di sini (klub) dan juga di tim nasional. Bagi saya itu tidak masalah," kata Zijlstra.
Penyerang masa depan ini bertekad untuk terus bekerja keras mencetak gol dan membuktikan kapasitasnya secara konsisten.
"Saya ingin terus mengembangkan diri saya, menjadi lebih baik setiap saat, dan mencetak gol."
"Dia akan membuat saya menjadi lebih baik. Pemain lain juga membuat saya menjadi lebih baik di sini (Persija)," tutur Zijlstra.
Guna mendukung performa fisik prima, asisten kepelatihan Cesar Meylan menerapkan pendekatan sains olahraga modern untuk mengantisipasi kelelahan pemain pascaperjalanan jauh dari Eropa.
Agenda terdekat Timnas Indonesia adalah melakoni FIFA Match Day melawan Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada 5 Juni 2026, sebelum berlaga di Piala AFF 2026 yang bergulir dari 24 Juli hingga 26 Agustus 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow