Joko Widodo Kenakan Pakaian Adat Bali di Istana Presiden
Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Presiden dengan mengenakan busana adat Bali, sebagaimana dilansir dari Detik Travel. Penampilannya dilengkapi udeng berwarna ungu berhiaskan bunga mawar emas di bagian tengah. Jokowi memadukan udeng tersebut dengan baju safari hitam berlengan panjang yang memiliki kancing berwarna hitam keemasan.
Sebuah pin kecil berbentuk keris juga terpasang di dada bagian kiri. Kain songket Bali atau kampuh yang dikenakannya menampilkan beragam motif serta warna seperti biru, oranye, hijau, dan merah muda di atas latar cokelat tua. Di bagian dalam, Jokowi memakai kamen cokelat muda dan alas kaki berupa sepatu selop hitam polos.
Penggunaan busana tersebut selaras dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 Pasal 4. Regulasi tersebut mengatur bahwa kelengkapan busana adat Bali untuk pria sekurang-kurangnya terdiri atas destar atau udeng, baju, kampuh, selendang, serta kamen.
Dalam kebudayaan Bali, terdapat tiga jenis pakaian adat berdasarkan fungsinya. Jenis pertama adalah Payas Agung yang memiliki tampilan paling mewah dan dahulu digunakan oleh kalangan brahmana, ksatriya, serta waisya. Saat ini, Payas Agung umum dipakai oleh pengantin dalam upacara pernikahan serta oleh manggala atau yajamana dalam upacara manusa yadnya.
Jenis kedua adalah Payas Madya yang tingkatan kemewahannya berada di tingkat menengah. Masyarakat Bali biasanya menggunakan Payas Madya untuk menghadiri upacara adat, hari raya keagamaan Hindu, upacara kremasi, hingga persembahyang di pura.
Jenis ketiga yakni Payas Alit atau Payas Nista yang merupakan pakaian adat paling sederhana untuk penggunaan sehari-hari maupun ibadah harian di pura. Pria umumnya hanya mengenakan kemeja putih yang dilengkapi kamen dan udeng, sedangkan wanita memakai kebaya dan songket.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow