Jon Bernthal Menyelesaikan Tiga Proyek Besar dalam Satu Bulan

Smallest Font
Largest Font

Jon Bernthal menuntaskan tiga proyek besar dalam satu bulan yang penuh pencapaian karier. Aktor ini mengakhiri debut Broadwaynya di "Dog Day Afternoon," bermain sebagai Raja Menelaus dalam film "The Odyssey" karya Christopher Nolan, dan memerankan Frank Castle alias Punisher dalam film "Spider-Man: Brand New Day."

"The Odyssey" yang dibintangi Bernthal diperkirakan akan meraih pendapatan box-office hingga satu miliar dolar dan menjadi kandidat utama untuk film terbaik. Sementara itu, penampilannya sebagai Punisher menjadi tantangan baru karena harus menyesuaikan karakter yang biasanya dewasa ke dalam rating PG-13 di dunia Spider-Man.

Bernthal mengingat masa sulitnya ketika masih mencari pekerjaan dan sering merasa putus asa. Ia berkata, "Saya tahu rasanya, keputusasaan itu, dan berusaha menggenggam tanda kecil bahwa mungkin ada harapan di sudut sana." Pengalaman ini membuatnya semakin menghargai pencapaiannya saat ini.

Dalam proses audisi bersama Tom Holland, Bernthal menegaskan bahwa inti karakter Frank Castle tetap sama, yaitu dedikasi mendalam pada keluarga dan tugas meskipun diselimuti oleh kegelapan dan kehilangan. "Ada kesalahpahaman besar bahwa yang mampu melakukan kekerasan luar biasa tidak bisa menunjukkan kasih sayang dan pengorbanan yang dalam," ujar Bernthal.

Bernthal juga berbicara tentang bagaimana tim kreatif yang dipimpin sutradara Destin Daniel Cretton dan produser Amy Pascal menerima tantangan mengintegrasikan karakter Frank Castle yang biasanya bertone dewasa ke dalam dunia PG-13 Spider-Man. Dia bekerja erat dengan Colton Hill, seorang Green Beret yang mendampinginya dalam hal pelatihan dan psikologi, untuk mewujudkan versi karakter yang realistis dan tetap menghormati karakter aslinya.

Selain kesibukannya di layar lebar, Bernthal juga menyelesaikan penampilannya di Broadway selama lebih dari 130 pertunjukan. Ia menganggap pengalaman ini sebagai penghormatan kepada dirinya yang berusia 18 tahun, yang dulu diselamatkan oleh dunia teater. "Anak itu tidak akan percaya saya bisa membintangi pertunjukan Broadway dan berjuang setiap malam," katanya.

Bernthal mengaku selalu memandang hidupnya sebagai seorang ayah dan suami dengan perspektif memberikan inspirasi dan pelajaran kepada anak-anaknya. Ia menekankan pentingnya menjaga perspektif dan tidak terjebak dalam kesombongan maupun ketidakpuasan yang tiada henti.

"Ketika saya berjalan menuju ruang rias di hotel besar di New York dan melihat panorama kota, saya teringat hari-hari ketika impian terasa sangat jauh dan tampak mustahil," ujar Bernthal. Ia mengenang malam-malam ketika tidak tahu dari mana penghasilan berikutnya akan datang dan menangis dalam keputusasaan. Namun semua itu kini menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk kesuksesannya hari ini.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed