Jorge Martin Ungkap Kekecewaan Akibat Pembatalan Kontrak Sepihak oleh Tim Pabrikan Ducati

Smallest Font
Largest Font

Juara dunia MotoGP 2024 Jorge Martin membongkar rahasia terkait kegagalannya bergabung dengan tim pabrikan Ducati Lenovo. Pebalap berjuluk The Martinator ini mengaku sempat menandatangani kontrak resmi sebelum akhirnya dibatalkan sepihak.

Martin mengungkapkan bahwa kesepakatan tersebut sejatinya direncanakan untuk musim 2023. Namun manajemen Ducati mengubah keputusan di tengah jalan dan memilih pebalap lain untuk mengisi kursi utama di tim Borgo Panigale.

"Itu sangat berat. Saya sebenarnya sudah menandatangani kontrak untuk musim 2023 di atas motor pabrikan (Ducati Lenovo). Namun di satu titik, mereka berkata kepada saya, 'Oke, kamu tidak jadi ke sana. Kami tidak menginginkanmu. Kami ingin pembalap lain,'" ungkap Martin, Kamis (18/6/2026).

"Saya sudah tanda tangan saat itu, dan saya rasa tidak ada satu pun orang yang tahu soal ini," tambah Martin, Kamis (18/6/2026).

Kronologi Kegagalan Promosi Jorge Martin

Pembatalan sepihak tersebut membuat Martin kecewa berat. Ia akhirnya mengalah dan menerima kesepakatan untuk bertahan di Prima Pramac Racing dengan jaminan mendapatkan motor berspesifikasi pabrikan.

Musim Tim Pembalap Status Motor Pencapaian Akhir
2023 Prima Pramac Racing Spesifikasi Pabrikan Runner-up Dunia
2024 Prima Pramac Racing Spesifikasi Pabrikan Juara Dunia

Cerita pahit kembali berulang pada musim berikutnya. Setelah sukses menyabet gelar runner-up dunia pada 2023, Ducati kembali memberikan harapan palsu mengenai promosi ke tim utama yang lagi-lagi kandas.

Kondisi ini membuat pebalap asal Madrid dengan nomor start #89 tersebut merasa kecewa dengan cara kerja manajemen tim besar dalam memperlakukan para pebalapnya di lintasan.

"Kontrak tidak ada artinya bagi pabrikan besar. Mereka hanya mempermainkan para pebalap, tidak diragukan lagi. Padahal kami sudah memberikan 100 persen di lintasan," kata Martin, Kamis (18/6/2026).

Dampak Kehadiran Marc Marquez

Martin menyadari adanya faktor non-teknis serta daya tarik komersial besar dari Marc Marquez yang mengubah arah kebijakan Ducati. Ia bahkan menyamakan nasibnya dengan pebalap Formula 1, Carlos Sainz.

"Ketika memikirkannya, saya juga teringat Carlos Sainz ketika dia kehilangan kursinya karena Hamilton. Bagaimanapun, dia adalah juara dunia tujuh kali. Tidak ada yang bisa saya lakukan. Jadi situasi ini kurang lebih sama," kata Martin, Kamis (18/6/2026).

"Marquez adalah satu-satunya pebalap yang bisa menghalangi saya bergabung dengan tim pabrikan. Nama Marquez memiliki bobot yang sangat besar, dan jika dia menginginkan motor itu, dia akan mendapatkannya," kata Martin, Kamis (18/6/2026).

"Saat itu saya memimpin kejuaraan dengan selisih 40 poin. Hanya itu hal yang bisa saya kendalikan. Tapi ada faktor lain yang tidak bisa saya lawan," kata Martin, Kamis (18/6/2026).

Kepastian mengenai akhir kebersamaannya dengan Ducati mulai disadari Martin saat gelaran GP Italia 2024. Momen di Sirkuit Mugello tersebut justru mengubah pendekatannya menjadi lebih lepas.

"Keputusan atau momen di Mugello 2024 itu membantu saya untuk berkata: 'Oke, ini sudah selesai. Saya akan ke Aprilia. Terserahlah. Ayo, mari tampil habis-habisan musim ini.' Dan berkat hal itu, saya berhasil memenangkan kejuaraan," kata Martin, Kamis (18/6/2026).

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed