Jose Mourinho Batal Latih Manchester United pada 2013 demi Chelsea
Manajer Real Madrid Jose Mourinho membatalkan kesepakatan melatih Manchester United pada 2013 demi kembali ke Chelsea, yang kemudian membuka jalan bagi David Moyes untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Sir Alex Ferguson.
Pengakuan tersebut diungkapkan Mourinho dalam serial dokumenter perjalanan kariernya yang dijadwalkan tayang di Netflix pada 11 Agustus 2026. Ia menegaskan telah menandatangani dokumen sebelum akhirnya mengubah keputusan secara emosional.
"Ketika saya meninggalkan Real Madrid, saya sudah menandatangani kesepakatan untuk pergi ke Manchester United setelah Sir Alex," ujar Mourinho, dikutip dari Liverpool Echo.
Ferguson mengakhiri masa kepelatihannya di Old Trafford setelah menyumbangkan 13 gelar Liga Inggris, lima Piala FA, empat Piala Liga, dua Liga Champions, satu Piala Winners, satu Piala Interkontinental, dan satu Piala Dunia Antarklub FIFA. Pencarian suksesor pun mengarah pada Moyes atas rekomendasi langsung Ferguson.
Mourinho mengaku tersanjung dengan tawaran dari kubu Old Trafford, namun kebutuhan untuk merasa dicintai setelah masa dinasnya di Spanyol membuatnya lebih memilih mantan klubnya.
"Saya sangat tersanjung karena klub itu memiliki daya tarik yang luar biasa," katanya.
Penjelasan lebih lanjut diberikan oleh Mourinho terkait alasannya menolak kursi kepelatihan United saat itu.
"Tetapi satu hal adalah kecintaan terhadap sepak bola, hal lainnya adalah kecintaan terhadap klub tertentu," katanya.
Komitmen emosional tersebut menjadi faktor utama pembatalan kontrak dengan Setan Merah.
"Saya pikir ini lebih kuat dibanding kecintaan terhadap sepak bola dan pada dasarnya, setelah Real Madrid, saya perlu merasa dicintai," ucapnya.
Meskipun kegagalan menjadi penerus Ferguson merupakan momen berat, Mourinho menegaskan tidak menyesali langkah yang diambilnya.
"Bagi saya, kehilangan kesempatan menjadi pelatih yang menggantikan Sir Alex Ferguson merupakan sesuatu yang dramatis, tetapi saya tidak menyesalinya karena itu keputusan yang saya buat dengan hati," ujarnya.
Mantan manajer Manchester United Sir Alex Ferguson membenarkan proses negosiasi tersebut. Menurutnya, Mourinho sempat menerima penawaran sebelum mendadak membatalkannya dalam kurun beberapa jam.
"Saya duduk bersamanya dan menjelaskan situasinya. Sejauh yang saya pahami, dia menerimanya, kemudian dalam hitungan jam semuanya berubah," ujar Ferguson.
Perubahan keputusan itu disampaikan langsung oleh Mourinho melalui panggilan telepon malam hari.
"Suatu malam, dia menelepon saya sambil menangis dan berkata, ‘Alex, saya tidak bisa mengambilnya. Saya sudah memberikan janji kepada Chelsea dan saya tidak akan mengingkari janji saya,’" ujar Ferguson.
Meskipun memahami alasan keputusannya, Ferguson tetap merasakan kekecewaan atas batalnya kesepakatan tersebut.
"Alasan yang dia berikan bisa saya pahami, tetapi saya kecewa," katanya.
Mourinho pada akhirnya tetap menangani Manchester United beberapa tahun kemudian, tepatnya pada periode 2016 hingga 2018. Setelah penolakan Mourinho pada 2013, manajemen United menunjuk David Moyes yang saat itu menangani Everton.
Moyes mengungkapkan dalam podcast The Rest Is Football pada 2024 bahwa ia dihubungi sekitar 10 klub menjelang akhir masa baktinya di Everton akibat keterbatasan finansial klub.
"Kalau saya bilang kepada Anda, saat itu saya dihubungi mungkin oleh 10 tim. Saya sudah 11 tahun di Everton dan ada bagian dari diri saya yang berkata, ‘Saya tidak ingin terlalu lama berada di sini’, dan setiap tahun kami tidak pernah bisa menembus level berikutnya karena tidak punya cukup uang untuk benar-benar melangkah lagi," ujar Moyes.
Kondisi keuangan Everton yang stagnant menjadi pemicu utama Moyes mencari tantangan baru.
"Saya tidak ingin bertahan pada musim berikutnya lalu mengalami salah satu musim ketika kami berakhir di papan bawah, jadi banyak klub menelepon saya," katanya.
Sebelumnya, hubungan Moyes dan Ferguson sempat memanas akibat hasil imbang 4-4 antara Everton dan Manchester United yang menguntungkan Manchester City dalam perebutan juara Liga Inggris. Ferguson mengkritik perlawanan keras Everton berbeda saat melawan Liverpool di semifinal Piala FA di Wembley.
"Saya berkata kepadanya, ‘Anda tahu apa yang akan saya lakukan untuk mengalahkan Liverpool sebagai pelatih Everton di semifinal Piala FA di Wembley? Saya akan memberikan apa pun!’" ujar Moyes.
Moyes mengenang tanggapan Ferguson usai pertandingan Everton menahan imbang United 4-4.
"Dia berkata, ‘Seharusnya kalian bermain sekeras itu pekan lalu,’" ujar Moyes mengenang perkataan Ferguson.
Meskipun sempat berselisih, Moyes kerap berkonsultasi mengenai kariernya kepada Ferguson dan Walter Smith, termasuk saat mendapat tawaran dari Sheffield Wednesday.
"Saya sering datang kepada Alex untuk meminta banyak nasihat, kepada dia dan Walter Smith. Sepanjang karier saya, saya mendapat banyak tawaran pekerjaan dan saya akan datang kepada Alex lalu berkata, ‘Bagaimana menurut Anda?’" ujarnya.
Saran dari Ferguson memainkan peran penting dalam perjalanan manajerial Moyes hingga akhirnya menerima tawaran United.
"Bertahun-tahun lalu saya mendapatkan tawaran pekerjaan Sheffield Wednesday dan pekerjaan lainnya, lalu dia berkata, ‘Tidak, kamu tidak boleh mengambil itu, Nak, karena dia, dia, dan dia.’ Tetapi ketika saya ditawari pekerjaan Manchester United, waktunya sudah mendekati akhir musim," katanya.
Penunjukan Moyes sebagai manajer Manchester United dirahasiakan dari publik dan keluarga hingga kesepakatan selesai. Panggilan telepon dari Ferguson datang saat Moyes berada di Manchester untuk menyesuaikan tali jam tangan pemberian istrinya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow