Jose Mourinho Pertahankan Federico Valverde Sebagai Kapten Real Madrid
Pelatih baru Real Madrid, Jose Mourinho, memutuskan untuk mempertahankan gelandang Federico Valverde sebagai kapten utama tim sekaligus pilar penting dalam proyek olahraga barunya untuk musim kompetisi 2026/2027.
Keputusan ini mementahkan rumor penjualan pemain berusia 27 tahun tersebut ke klub Liga Inggris atau Paris Saint-Germain demi mendatangkan Michael Olise dari Bayern Munchen. Manajemen Los Blancos dan Mourinho menegaskan komitmen mereka mengingat Valverde terikat kontrak hingga 2029 dengan klausul rilis 1 miliar euro.
Mourinho berencana mengadakan pembicaraan langsung dengan Valverde pada akhir Juli 2026 untuk memulihkan performanya pasca-kegagalan bersama tim nasional Uruguay yang tersingkir di fase grup Piala Dunia 2026 pada 27 Juni lalu.
Sebelumnya, posisi internal Valverde sempat memicu perdebatan sengit di jajaran direksi, di mana Presiden Klub Florentino Perez dikabarkan ragu dan sempat mempertimbangkan opsi lain seperti Vinicius Junior atau Kylian Mbappe untuk mematahkan tradisi senioritas ban kapten.
Mantan pemain timnas Portugal, Jorge Andrade, memberikan dukungan penuh atas kembalinya Mourinho ke Bernabeu setelah musim lalu Madrid melewati periode mengecewakan tanpa gelar juara.
"Jose Mourinho adalah seorang bintang. Dia adalah mentor kami sebagai pelatih. Dia telah memberikan banyak inspirasi kepada kami yang baru memulai karier sebagai pelatih. Segala hal yang dilakukannya, ketenangannya, cara dia berinteraksi dengan media, dengan para penggemar… Itu merupakan kemenangan besar bagi Florentino dalam kampanyenya untuk memenangkan pemilihan," kata Jorge Andrade, Mantan Pemain Timnas Portugal.
Andrade berharap kehadiran pelatih berusia 63 tahun itu mampu memberikan disiplin taktis untuk memaksimalkan kontribusi lini serang, terutama setelah penampilan gemilang Mbappe di Piala Dunia 2026.
"Dia pasti akan bersemangat untuk membuat Mbappe melakukan hal-hal yang sama seperti yang dilakukannya bersama Prancis di Piala Dunia: memenangkan gelar dan mencetak gol-gol penting seperti di Liga Champions, yang bagi Real Madrid merupakan trofi terpenting," tambah Jorge Andrade, Mantan Pemain Timnas Portugal.
Lebih lanjut, Andrade merasa antusias karena kembalinya Mourinho membangkitkan rasa kebanggaan nasional bagi masyarakat Portugal.
"Masa jabatan kedua Mourinho di Real Madrid... Ini adalah peluang besar. Dia kini menjadi pelatih yang jauh lebih berpengalaman, dan dia akan lebih menikmati masa ini dibandingkan saat pertama kali bergabung dengan Real Madrid. Saya pikir dia memiliki peluang emas untuk melakukan banyak perubahan pada tim, mengingat Madrid tidak meraih gelar apa pun tahun lalu," jelas Jorge Andrade, Mantan Pemain Timnas Portugal.
Andrade juga menyamakan posisi sang pelatih dengan ikon legendaris klub lainnya asal Portugal yang pernah bersinar di Spanyol.
“Mourinho senang seperti anak kecil (karena kembali ke Real Madrid), ya? Dia seorang bintang. Saya mendoakan yang terbaik untuknya.
Di Portugal, kami beruntung memiliki salah satu pelatih terbaik di dunia, seperti Mourinho, dan pemain seperti Cristiano, yang selalu berada di level teratas, yang terbaik, pemenang Ballon d’Or yang juga pernah bermain untuk Real Madrid. Sangat penting bagi kami untuk memiliki mereka sebagai panutan. Itulah mengapa saya sangat antusias dengan kembalinya Mourinho ke Real Madrid dan berharap dia memenangkan setiap pertandingan... kecuali saat melawan Deportivo," tutup Jorge Andrade, Mantan Pemain Timnas Portugal.
Di sisi lain, media Spanyol Marca melaporkan bahwa posisi Valverde tetap kokoh di bawah pengawasan Mourinho karena dianggap sebagai pilar krusial untuk proyek baru Los Blancos.
"According to sources close to the situation, Fede is a sure thing for José Mourinho. His present and future at Real Madrid has never been seriously in doubt." ujar perwakilan Marca.
Meski mendapat jaminan, penunjukan Valverde sempat menimbulkan keraguan bagi pengamat sepak bola Spanyol terkait stabilitas kepemimpinan tim.
"Kekhawatiran Presiden Real Madrid, Florentino Pérez, terkait posisi Valverde di dalam tim, membuatnya siap untuk melakukan perubahan pada sistem kepemimpinan," ungkap jurnalis Alberto Perero dan Santi Segurola melalui Radio Onda Cero.
Perdebatan mengenai suksesi kepemimpinan ini terus bergulir di internal klub menjelang bergulirnya musim kompetisi baru.
"Saya merasa ada perdebatan mengenai ban kapten di Madrid saat ini. Florentino sama sekali tidak yakin untuk memberikan ban kapten kepada Valverde," tambah Alberto Perero dan Santi Segurola melalui Radio Onda Cero.
Walau demikian, kelayakan bintang lini depan Real Madrid lainnya untuk mengemban tugas sebagai kapten pengganti juga masih dipertanyakan.
"Saya ragu akan hal itu. Saya tidak melihat bahwa Mbappé dan Vinícius memiliki kepribadian atau profesionalisme yang cukup untuk menjadi kapten Real Madrid menggantikan Valverde, meskipun usia keduanya sudah sesuai untuk hal tersebut," kata Santi Segurola, Jurnalis Olahraga.
Selain masalah kapten, Mourinho juga mengevaluasi skuad demi menyeimbangkan neraca keuangan, di mana Defensa Central melaporkan klub menargetkan €135 juta hingga €150 juta dari penjualan Raul Asencio, Fran Garcia, Gonzalo Garcia, dan Eduardo Camavinga, setelah sebelumnya memutus kontrak Dani Ceballos.
Sebaliknya, Real Madrid telah menggelontorkan €80 juta untuk merekrut Marc Cucurella seharga €60 juta dan Denzel Dumfries senilai €20 juta, sementara Ibrahima Konate serta Bernardo Silva didatangkan secara gratis.
"There is an absurd theory: that you can be great without winning. In sport, the goal is to win. " ujar José Mourinho, Pelatih Real Madrid.
Dalam skema formasi 4-2-3-1 yang akan diterapkannya, Mourinho siap memosisikan Kylian Mbappe sebagai pemimpin utama di lini serang tim.
"I am here to help, not to criticize. Mbappé is a phenomenal player, and I will do everything to help him become even better" kata José Mourinho, Pelatih Real Madrid.
Sementara itu, media olahraga asing The Athletic melaporkan bahwa sektor lini tengah akan bertumpu pada peran penting Jude Bellingham dalam taktik baru ini.
"Mourinho sees Jude Bellingham as a key player at number 10 in a 4-2-3-1 formation and, more rarely, as a box-to-box number 8. The coach spoke to the England international during an initial introduction where he wished him good luck for the World Cup. Sources close to coach say Bellingham should be important to Mourinho " tulis The Athletic, Media Olahraga.
Keputusan mempertahankan Valverde juga didasarkan pada komitmen sang pemain yang sebelumnya sempat membela diri dari kritik tajam selama masa kepemimpinan mantan pelatih Xabi Alonso.
"He leído varios artículos dañando mi persona. Tengo una buena relación con el entrenador, la cual me hace sentir con la confianza of poder decirle cuál es la posición que más me gusta dentro del campo, pero siempre, siempre le hice saber que estoy disponible para cumplir en cualquier lugar, en cualquier viaje y en todos los partidos. Dejé el alma en este club y lo seguiré melakukan, meskipun terkadang tidak mencapai atau tidak bermain seperti yang saya inginkan, saya bersumpah demi harga diri saya bahwa saya tidak akan pernah menyerah dan saya akan berjuang sampai akhir bermain di mana pun," kata Federico Valverde dalam pernyataan resminya.
Ketegangan di musim lalu sempat memuncak akibat perselisihan fisik antara Valverde dengan rekan setimnya, Aurelien Tchouameni, yang kemudian disesali oleh sang gelandang melalui sebuah pernyataan.
"Lo siento. Lo siento de corazón karena situasi ini menyakitkan saya, momen yang kita lalui ini menyakitkan saya. Madrid adalah salah satu hal terpenting dalam hidup saya dan saya tidak bisa mengabaikannya. Hasilnya adalah akumulasi dari hal-hal yang berakhir dengan pertengkaran tanpa arti yang merusak citra saya, meninggalkan ruang bagi keraguan untuk diciptakan, difitnah, dan menambahkan bumbu pada sebuah kecelakaan, yang saya tidak ragu bahwa gesekan yang mungkin kita miliki di luar lapangan akan hilang di dalam lapangan dan jika saya harus membelanya di dalam stadion, saya akan menjadi yang pertama," ujar Federico Valverde, Gelandang Real Madrid.
Terakhir, menyusul kegagalan performa buruk yang membuat tim nasional Uruguay tersingkir dari turnamen internasional pada akhir Juni lalu, Valverde secara terbuka menyatakan tanggung jawabnya.
"Me hago cargo del fracaso dan saya tahu saya tidak berada di level yang diharapkan. Namun di bawah sudut pandang mana pun saya tidak akan menyerah untuk mewakili negara saya, meskipun itu harus mengorbankan hidup saya," tegas Federico Valverde, Gelandang Real Madrid.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow