Julián Quiñones Menjadi Tumpuan Timnas Meksiko di Piala Dunia 2026
Penyerang Al-Qadisiyah, Julián Quiñones, bertransformasi menjadi pilar utama Timnas Meksiko pada Piala Dunia 2026 setelah melalui masa kecil yang penuh kekerasan dan kemiskinan di Magüi Payán, Kolombia.
Pemain naturalisasi ini mencetak tiga gol dalam empat pertandingan awal turnamen, mendekati rekor gol Piala Dunia milik Javier Hernandez dan Luis Hernandez untuk negaranya. Penampilan impresif tersebut mendapat pujian dari mantan pelatihnya di Tigres UANL, Ricardo 'Tuca' Ferretti, menjelang laga babak 16 besar melawan Inggris pada Minggu, 5 Juli 2026.
Ibunya, Gloria, mengisahkan perjuangan berat Quiñones saat remaja yang harus bermain sepak bola tanpa sepatu setelah bekerja keras membantu keluarga untuk sekadar membeli beras.
"Regresaba con los pies rotos, llenos de sangre por las piedras. Yo le regañaba, le decía que se iba a enfermar, que no teníamos para médicos. Pero él me miraba y me decía: ‘Mamá, déjame, que con esto te voy a sacar de pobre’" kenang Gloria, ibu Julián Quiñones.
Kehidupan sulit di tengah kepungan gerilyawan FARC dan kartel narkoba memicu motivasi besar bagi Quiñones untuk sukses. Gloria menambahkan bahwa putranya rela menahan lapar demi meringankan beban keluarga sebelum akhirnya bakatnya ditemukan oleh pemandu bakat dari Cali saat berusia 15 tahun.
"Había días en que nos acostábamos sólo con un vaso di agua de panela (piloncillo). Julián veía eso y se aguantaba el hambre" kata Gloria, ibu Julián Quiñones.
Setelah mencetak 50 gol dari 38 laga amatir bersama Club Futbol Paz pada 2014, ia dibeli oleh klub Meksiko, Tigres UANL, seharga 250 ribu dolar AS. Mantan pelatih Tigres, Ricardo Ferretti, mengingat momen awal kedatangan pemain murah tersebut pada tahun 2015 saat masih berusia 17 tahun.
"Julián (Quiñones) fue el jugador más barato que nos llegó a Tigres a los 17 años y yo tenía la oportunidad después de entrenar el primer equipo, él entrenaba a lado, yo iba con él y le daba ciertos tips y después él superó totalmente" kata Ricardo Ferretti, mantan pelatih Tigres.
Ferretti menambahkan bahwa ia terus memberikan masukan teknis untuk mengasah kemampuan kaki kiri Quiñones agar permainannya tidak mudah dibaca oleh lini pertahanan lawan.
"Le decía movimientos de pateada derecha, control de balón, todavía me quedé un poquito corto con su pierna izquierda. Yo creo él todavía tiene la posibilidad de mejorar mucho su pierna izquierda, porque si metes muchos goles con derecha los rivales te van a tapar tu perfil, entonces debes amagar, recortar y patear de zurda" jelas Ricardo Ferretti, mantan pelatih Tigres.
Mantan pelatih asal Brasil tersebut menilai performa Quiñones di Piala Dunia 2026 menjadikannya sebagai pemain naturalisasi terbaik yang pernah membela Meksiko, melampaui capaian legenda Antonio Naelson 'Sinha' di Piala Dunia 2006.
"Superó a Sinha, yo creo que de los naturalizados anteriores, quien tuvo una mejor participación fue Sinha, la verdad, un gran jugador, también lo tuve en Toluca FC, la verdad Sinha jugaba más ofensivo y lo bajaste un poquito" pungkas Ricardo Ferretti, mantan pelatih Tigres.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow