KAI Commuter Tutup Stasiun Karet per 1 September 2026

Smallest Font
Largest Font

PT KAI Daop 1 Jakarta bersama KAI Commuter resmi menghentikan operasional pelayanan penumpang di Stasiun Karet mulai 1 September 2026. Seluruh aktivitas naik dan turun pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek di stasiun tersebut dialihkan ke Stasiun Sudirman Baru atau BNI City seiring dimulainya pekerjaan integrasi kedua stasiun.

Proses integrasi Stasiun Karet dan Stasiun BNI City dijadwalkan berlangsung hingga 31 Desember 2026. Meskipun operasional di Stasiun Karet dihentikan total, sebanyak 264 perjalanan Commuter Line relasi Kampung Bandan atau Cikarang yang melintas di kawasan tersebut dipastikan tidak mengalami perubahan jadwal.

Pengalihan layanan dilakukan untuk meningkatkan keselamatan serta kenyamanan para pengguna moda transportasi publik.

"Integrasi ini disiapkan sebagai bagian dari peningkatan layanan Commuter Line Jabodetabek melalui penataan alur pelanggan, penguatan keselamatan operasi, serta pembenahan akses di kawasan sekitar stasiun," kata Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi.

Pengelola memastikan bahwa pengerjaan fisik di lapangan tidak akan mengganggu kelancaran perjalanan KRL yang beroperasi setiap hari.

"Selama proses pekerjaan ini disiapkan dengan prinsip kehati-hatian karena Stasiun Karet telah menjadi bagian dari aktivitas harian pengguna Commuter Line dan masyarakat sekitar stasiun," ujar Purnomo Sidi.

Selama masa pengalihan hingga akhir tahun, seluruh penumpang KRL dialihkan menuju bangunan stasiun tetangga.

"Selama proses pekerjaan tersebut, layanan naik dan turun pengguna Commuter Line dialihkan ke Stasiun Sudirman Baru/BNI City," ujar Purnomo Sidi.

Untuk memudahkan pergerakan pengguna, KAI Commuter telah menyediakan akses selasar di samping Stasiun Karet menuju Stasiun BNI City. Di sisi barat Stasiun BNI City, pengelola juga telah menyiapkan fasilitas penunjang seperti loket, hall penumpang, dan gate elektronik yang terintegrasi langsung dengan pintu dari arah Karet.

Pengintegrasian ini dirancang untuk menyambungkan beberapa titik akses utama di kawasan pusat kota.

"Penataan kawasan integrasi juga akan menghadirkan aksesibilitas di sisi Stasiun Karet dan aksesibilitas di sisi terowongan Kendal," kata Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda.

Pihak manajemen mengimbau para pengguna KRL untuk menyesuaikan alur perjalanan baru selama masa pengerjaan integrasi.

"Selalu perhatikan informasi dan arahan dari petugas di stasiun selama masa proses pekerjaan integrasi ini," tutur Karina Amanda.

Sementara itu, layanan Commuter Line Basoetta atau KA Bandara Soekarno-Hatta di Stasiun BNI City dipastikan tetap berjalan normal tanpa perubahan mekanisme naik dan turun penumpang. Berdasarkan catatan KAI Commuter periode Januari hingga Juli 2026, Stasiun Karet melayani 2.175.455 penumpang naik dan 2.127.155 penumpang turun, sedangkan Stasiun BNI City mencatat 940.478 penumpang naik dan 662.808 penumpang turun.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed