KAI Gelar Berburu Stempel Railly di 10 Stasiun Jabodetabek

Smallest Font
Largest Font

PT KAI bersama KAI Commuter Indonesia menggelar program stempel Railly di 10 stasiun Jabodetabek mulai 24 Agustus 2026. Penumpang diajak mengoleksi stempel yang tersedia di stasiun-stasiun tertentu, seperti dilansir dari Detik Travel. Setiap stempel memiliki gambar, warna, dan makna yang berbeda sesuai karakter stasiun.

Warna merah menandakan stasiun komuter atau singgahan KRL, sedangkan warna biru menandakan stasiun utama kereta jarak jauh. Stempel Stasiun Gambir menampilkan kereta api yang melintas, joglo stasiun, sosok pembawa koper, serta Monumen Nasional. Tampilan ini menggambarkan peresmian jalur layang Manggarai-Jakarta Kota pada 6 Juni 1992 dan menegaskan posisinya sebagai stasiun utama.

Stasiun Pasar Senen menghadirkan gambaran bangunan utama yang diresmikan pada 19 Maret 1925 beserta tangga terowongan bawah tanah. Terowongan tersebut mencatatkan sejarah sebagai penyeberangan bawah tanah pertama di stasiun Indonesia.

Fasad bangunan heritage Meester Cornelis dengan angka 1909 menjadi ciri stempel Stasiun Jatinegara. Angka tersebut merujuk pada tahun pembangunan stasiun oleh Staatsspoorwegen, dengan warna oranye sebagai penanda kelas stasiun sekunder. Stempel Stasiun Manggarai merekam peristiwa penting pemindahan ibu kota Indonesia ke Yogyakarta pada 3 Januari 1946. Perjalanan rahasia itu menggunakan lokomotif uap C2849 yang membawa Presiden, Wakil Presiden, dan rombongan menteri.

Stasiun Bogor menampilkan fasad bangunan Stasiun Buitenzorg berlatar Gunung Salak. Angka 1881 pada stempel merujuk pada peresmian stasiun serta jalur Bogor-Cicurug pada 5 Oktober 1881. Stasiun Tanah Abang memperlihatkan dinamika hiruk pikuk penumpang dari berbagai profesi di peron. Visual ini menggambarkan peran stasiun sebagai simpul transit yang ramai bagi pengguna kereta api.

Fasad hall Stasiun Jakarta Kota atau Stasiun Beos yang diresmikan pada 8 Oktober 1929 hadir pada stempelnya. Nama Beos diduga berasal dari perusahaan kereta api swasta Bataviaasche Ooster Spoorweg Maatschappij. Stempel Stasiun Tanjung Priok menampilkan bangunan bergaya art deco dengan angka 1925.

Angka ini menandai peresmian bangunan baru pada 6 April 1925 yang bertepatan dengan peluncuran kereta api listrik pertama rute Jatinegara-Tanjung Priok. Stasiun BNI City menampilkan gambar kereta rel listrik, kereta bandara, serta karya seni "Akar Perjalanan". Visual ini menandai layanan moda transportasi bandara sekaligus ruang temu seni.

Stempel Stasiun Universitas Indonesia menghadirkan Gedung Rektorat UI serta aktivitas mahasiswa yang membaca, menari, dan mengadu asmara. Gambar tersebut merepresentasikan slogan legendaris "Buku, Pesta, dan Cinta".

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed