Kalah Lomba Masak 17 Agustus Karena Plating Makanan Terlalu Cantik
Ajang perlombaan menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia umumnya menjadi tempat unjuk kreativitas bagi warga. Namun, pengalaman unik justru dialami seorang peserta asal Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, yang harus menerima kekalahan lantaran sajian makanannya dinilai terlalu cantik bak hidangan di kafe.
Kisah tersebut dibagikan oleh Olga Yuvenda melalui unggahan di platform Threads pada 14 Agustus 2026. Seperti dilansir dari Detik Food, lomba cipta menu makan siang tersebut diselenggarakan oleh PKK Desa setempat pada Jumat, 14 Agustus 2026, dan diikuti oleh sembilan perwakilan RT.
Setiap tim yang terdiri dari empat orang diberi alokasi dana sebesar Rp100.000 untuk mengolah hidangan keluarga berkonsep gizi seimbang. Olga bertanding bersama ibu, adik, dan tantenya sebagai perwakilan dari RT mereka.
Sesuai ketentuan, masakan harus mencakup karbohidrat, protein hewani dan nabati, serta vitamin dan mineral. Menu lengkap wajib terdiri dari nasi, lauk, sayur, buah, dan minuman.
Tim Olga menyajikan nasi gurih bunga telang yang dipadukan dengan udang goreng tepung saus asam manis. Pendampingnya meliputi rolade tahu telur kukus, tumis buncis wortel jamur, es markisa, dan buah pepaya.
"Kami menggunakan bahan yang mudah didapat, juga memanfaatkan beberapa hasil kebun di rumah seperti markisa, bunga telang, daun jeruk, pandan, daun salam, dan daun bawang," kata Olga.
Penilaian yang melibatkan juri dari puskesmas, kecamatan, sekolah dasar, dan PLKB mencakup rasa, kesesuaian gizi, penyajian, hingga ketepatan waktu. Sayangnya, tampilan visual yang rapi justru menjadi faktor pengurang nilai dari panitia.
"Alasan dari panitia karena plating terlalu bagus seperti di kafe, minumannya juga terlalu manis. Sebagai koreksi untuk kami, mungkin plating kami tidak seperti masakan rumahan pada umumnya," ujar Olga.
Kemampuan menyajikan makanan secara estetik tersebut rupanya berasal dari latar belakang adiknya yang merupakan lulusan SMK jurusan boga. Ditambah lagi, keluarga Olga mengelola usaha kecil di bidang bakery dan catering serta aktif mencari inspirasi di TikTok.
Meski tidak keluar sebagai pemenang, Olga mengaku tidak berkecil hati dan menjadikan momen tersebut sebagai pengalaman berharga.
"Aku juga menghargai keputusan juri dan ibu-ibu tetangga yang ikut," tutur Olga.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow