Kanada Cukur Qatar Enam Gol Tanpa Balas di Vancouver
Tim nasional Kanada meraih kemenangan telak 6-0 atas Qatar dalam laga penyisihan Grup B Piala Dunia 2026 di Vancouver pada Jumat (19/6) pagi WIB. Pertandingan berjalan dengan tensi tinggi hingga memicu keributan antarpemain dan ketegangan antara kedua pelatih seusai laga akibat cedera parah yang dialami gelandang Kanada, Ismail Kone.
Kemenangan Kanada dipastikan melalui tiga gol dari Jonathan David, serta masing-masing satu gol dari Cyle Larin, Nathan Saliba, dan gol bunuh diri pemain Qatar, Mohammed Al-Mannai. Di sisi lain, Qatar harus bermain dengan sembilan orang setelah Homam Ahmed menerima kartu merah pada menit ke-33, disusul kartu merah Asim Madibo pada menit ke-53 akibat pelanggaran keras terhadap Kone.
Pelatih Kanada, Jesse Marsch, mengungkapkan kengerian dari pelanggaran yang membuat Kone mengalami patah kaki dan harus segera menjalani operasi dengan perkiraan absen selama empat hingga lima bulan.
"Kamu bisa mendengar suara tulang yang patah. Hati kami semua bersamanya, dan semua orang terkejut melihat kejadian itu," kata Marsch seperti dilansir surat kabar Inggris The Sun.
Marsch menambahkan bahwa pemain berusia 24 tahun asal klub Sassuolo tersebut merupakan kehilangan besar bagi skuadnya sepanjang sisa turnamen.
"Ismail adalah pemuda yang luar biasa dan memiliki kepribadian yang menonjol. Dia mungkin kadang-kadang melakukan beberapa kesalahan, tetapi itulah yang membuat Anda menyukainya. Dia memiliki masa depan yang cerah dan merupakan elemen yang sangat penting bagi kami," ujar Marsch.
Meski sangat terpukul dengan insiden tersebut, Marsch berupaya memberikan kekuatan moral kepada anak asuhnya yang kini tengah bersiap menjalani penanganan medis terbaik.
"Dia akan baik-baik saja, kami akan menyediakan dokter terbaik untuknya, dan masa depannya masih sangat cerah," tutur Marsch.
Setelah pertandingan, Madibo dilaporkan mendatangi ruang ganti Kanada untuk meminta maaf atas tindakan kasarnya. Rekan setim Kone, Jonathan David, mengecam keras tekel berbahaya tersebut.
"Jika ada bola yang tidak bisa kamu rebut, tidak perlu melakukan tekel seperti itu. Rasanya seperti hanya upaya untuk melukai pemain," kata David.
Tensi panas terus berlanjut setelah peluit panjang berbunyi ketika pelatih Qatar, Julen Lopetegui, terlibat adu argumen dengan Marsch di tepi lapangan. Laporan DAZN menyebutkan Lopetegui kesal karena Kanada tetap bermain menyerang secara agresif hingga kiper Maxime Crepeau maju ke tengah lapangan di saat Qatar sudah kekurangan jumlah pemain.
Marsch memilih untuk tidak memperpanjang masalah perdebatan tersebut saat diwawancarai oleh media.
"Saya tak akan membuang waktu, itu tak layak dibahas," cetus Marsch seperti dikutip USA Today.
Lopetegui juga enggan membeberkan isi pembicaraan emosionalnya dengan pelatih asal Amerika Serikat tersebut kepada publik.
"Itu (cukup diketahui) antara dia dan saya," tegas Lopetegui.
Keributan kecil berupa aksi saling dorong sempat terjadi di pinggir lapangan melibatkan ofisial dan pemain cadangan kedua tim sebelum akhirnya situasi berhasil dilerai tanpa adanya baku hantam. Kanada kini memperbesar peluang lolos ke babak 32 besar, sementara Qatar wajib memenangkan pertandingan terakhir melawan Bosnia dan Herzegovina demi menjaga asa ke fase gugur.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow