Kawasan Tanah Merah Depok Memiliki Rekam Jejak Penemuan Mayat

Smallest Font
Largest Font

Lokasi penemuan jasad mutilasi Kunaefi (51) di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Kota Depok, ternyata menyimpan rekam jejak kasus pembunuhan lain pada era 1990-an. Lahan yang kini dipasangi garis polisi tersebut dahulu pernah menjadi tempat pembuangan mayat korban pembegalan tukang ojek.

Peristiwa masa lalu di area Tanah Merah ini diungkapkan oleh pengurus lingkungan setempat usai gemparnya penemuan potongan tubuh manusia pada Agustus 2026. Area yang dahulu rimbun oleh pepohonan kini telah berubah menjadi lahan terbuka bertumbuh rumput liar.

Ketua RT 02 RW 17 Pancoran Mas, Waluyo, mengonfirmasi bahwa penemuan jasad manusia di lokasi tersebut bukan peristiwa pertama. Menurutnya, korban pembunuhan puluhan tahun lalu merupakan seorang pengemudi ojek yang menjadi korban kejahatan begal.

"Itu beberapa tahun yang lalu ya? Bukan sekarang. Tahun.. lama sudah.

Dulu mah tukang ojek. Saya lupa tahunnya, kalau enggak salah antara 1999, di bawah tahun 2000," ujar Waluyo saat ditemui di lokasi, Rabu (5/8/2026).

Waluyo menjelaskan perbedaan modus kejahatan antara peristiwa masa lalu dengan kasus mutilasi yang baru saja terjadi. Pada kasus masa lalu, pelaku hanya mengincar harta benda berupa sepeda motor milik korban.

"Bukan (mutilasi). Dia hanya motornya yang diambil," kata dia.

Meskipun memiliki riwayat kelam, kondisi lingkungan Tanah Merah saat ini tetap difungsikan warga untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan. Perubahan kondisi geografis kawasan membuat warga tidak lagi menaruh curiga terhadap tumpukan sampah di lokasi.

Area tersebut kini kerap dimanfaatkan warga untuk tempat berolahraga pagi hingga bermain layang-layang pada sore hari. Selain itu, tepi lahan yang berdekatan dengan jalan raya sering dijadikan lokasi pembuangan sampah sementara oleh warga sekitar.

"Kan tiap sore ramai. Enggak ada yang curiga orang, enggak ada yang ngeh aja. Tiap sore ramai untuk main layangan, setiap jam-jam habis ashar tuh ramai," ungkapnya.

Saat ini tempat kejadian perkara penemuan jasad korban mutilasi terpantau sepi dari aktivitas warga akibat cuaca terik. Pihak kepolisian telah membatasi akses ke titik penemuan karung berisi potongan tubuh dengan memasang garis polisi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed