Kebakaran di Desa Adat Sade Hancurkan 167 Aset Budaya di NTB

Smallest Font
Largest Font

Kebakaran yang terjadi Sabtu malam di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menghanguskan sejumlah warisan budaya masyarakat setempat.

Kementerian Kebudayaan mencatat kebakaran yang mulai terjadi sekitar pukul 22.05 WITA tersebut diduga akibat korsleting listrik pada kabel yang saling berdempetan. Api dengan cepat membesar karena bangunan di desa tersebut berdiri sangat berdekatan, sehingga memicu kerusakan yang meluas.

Akibat kebakaran, sebanyak 167 aset bangunan terdampak, termasuk 75 rumah adat dan 69 toko kerajinan, serta delapan lumbung alang dan 12 rumah panggung tradisional khas masyarakat Sasak yang ikut terbakar, dilansir dari Detik Travel.

Selain bangunan, sejumlah benda pusaka dan warisan budaya dengan nilai sejarah dan spiritual juga hilang terbakar, seperti keris, tombak, klewang, perlengkapan seni Peresean, Gendang Beleq, Gong Tua ritual, dan naskah kuno berbahasa Sanskerta.

"Di antaranya adalah berbagai jenis keris, tombak, klewang (setiap keluarga rata-rata kehilangan 3-4 bilah keris yang tidak sempat diselamatkan), 10 set peralatan seni Peresean, delapan unit Gendang Beleq (empat unit berhasil diselamatkan), serta kemusnahan Gong Tua ritual dan naskah-naskah kuno berbahasa Sanskerta," ujar pernyataan Kementerian Kebudayaan.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan pemerintah memprioritaskan penyelamatan benda-benda budaya yang masih tersisa di lokasi kebakaran.

"Prioritas utama dalam fase tanggap darurat ini adalah mengamankan dan mengidentifikasi seluruh objek material yang tersisa, baik penyelamatan fisik maupun non-fisik," kata Fadli.

Pemerintah melakukan penyelamatan fisik dengan menyisir reruntuhan untuk mencari sisa kain tenun, benda pusaka, dan fragmen manuskrip kuno yang masih bisa diselamatkan. Selain itu, pemerintah juga akan mendokumentasikan cerita rakyat, sejarah lokal, dan pengetahuan tradisional dari para tetua adat.

Desa Adat Sade dikenal sebagai destinasi wisata budaya di Lombok. Sejak 1982, desa ini telah ditetapkan sebagai desa wisata dan pada 1993 diakui oleh Kementerian Pariwisata sebagai bagian penting dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed