Toyota Dominasi 41 Persen Produksi Mobil Indonesia Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Hampir separuh dari total kendaraan roda empat yang diproduksi di Indonesia didominasi oleh merek Toyota. Pabrikan asal Jepang ini terus memimpin kapasitas manufaktur otomotif nasional, baik untuk kebutuhan domestik maupun pasar ekspor.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) per Agustus 2026, terdapat 32 produsen yang menjalankan aktivitas perakitan mobil di tanah air. Mayoritas dari pabrikan tersebut masih dikuasai oleh jenama asal Jepang.

Dikutip dari Detik Oto, total volume produksi mobil dari seluruh pabrikan di Indonesia mencapai 859.256 unit selama delapan bulan pertama tahun 2026. Dari angka tersebut, Toyota menyumbang sebanyak 353.778 unit.

Capaian tersebut membuat Toyota menguasai pangsa pasar produksi nasional sebesar 41,2 persen. Lini model yang dirakit mencakup berbagai varian mesin bensin hingga kendaraan listrik, seperti bZ4X, Yaris Cross, Yaris Cross Hybrid, Avanza, Veloz, Innova, Innova Zenix, serta Fortuner.

Mitsubishi menyusul di posisi kedua dengan volume produksi sebanyak 130.025 unit atau menguasai pangsa pasar 15,1 persen. Sebagian besar model yang diproduksi lokal meliputi Xpander, Xpander Cross, Xforce, Destinator, dan Pajero Sport.

Daihatsu menempati urutan ketiga dengan membukukan angka produksi sebesar 100.213 unit. Pabrik Daihatsu tidak hanya merakit kendaraan untuk merek sendiri, tetapi juga memproduksi kendaraan untuk merek saudara seperti Mazda dan Toyota.

Beberapa model yang keluar dari lini perakitan Daihatsu antara lain Xenia, Rocky, Luxio, Gran Max, Bongo, hingga Town Lite. Selain itu, deretan mobil murah ramah lingkungan (LCGC) kembar milik Daihatsu dan Toyota juga diproduksi di fasilitas milik Daihatsu.

Secara keseluruhan, volume manufaktur otomotif nasional mengalami pertumbuhan positif dibanding periode yang sama tahun lalu. Pada Januari hingga Agustus 2025, produksi mobil tercatat sebanyak 757.432 unit, yang berarti terjadi peningkatan sebesar 13,4 persen pada tahun 2026. Lonjakan produksi ini turut didorong oleh porsi perakitan dari sejumlah produsen asal China yang mulai beroperasi di dalam negeri.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed