Kebugaran Cristiano Ronaldo Menurun di Al Nassr Akibat Faktor Usia
Sorotan terhadap penurunan fisik Cristiano Ronaldo di Al Nassr mengemuka setelah pelatih Ange Postecoglou menggantinya pada jeda babak pertama saat Al Nassr menang 3-2 di kandang Al Ettifaq, Rabu (26/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Health. Keputusan menarik keluar penyerang veteran tersebut diambil tim pelatih untuk menjaga stabilitas permainan tim di lapangan. "Saat saya melakukan pergantian pemain, termasuk menarik keluar Ronaldo, saya yakin para pemain yang masuk bisa memberikan dampak," kata Postecoglou.
Langkah taktis tersebut diambil di tengah kritik legendaris Arab Saudi, Ahmed Otaif, yang menilai kehadiran sang bintang membuat tim seperti tampil dengan sepuluh pemain. Dari kacamata medis dan olahraga, fenomena penurunan kondisi fisik atlet senior merupakan hal yang lumrah terjadi.
Ilmuwan olahraga dari Westminster University, Paul Hough, menjelaskan bahwa penuaan secara alami mengurangi kebugaran serta kapasitas otot seorang atlet. "Salah satu kualitas kebugaran yang paling menurun adalah daya ledak kita, yaitu kemampuan otot untuk menghasilkan kekuatan dengan cepat," kata Hough.
Penurunan kondisi tersebut ber dampak langsung pada gaya bermain seorang pesepak bola profesional di lapangan hijau. "Jika kita melihat olahraga yang murni mengandalkan kecepatan seperti lari 100 atau 200 meter, Anda tidak akan melihat banyak pelari veteran yang berkompetisi hingga usia pertengahan hingga akhir tiga puluhan, atau jika Anda seorang pemain sepak bola yang mengandalkan kecepatan, maka Anda mungkin harus memodifikasi cara Anda bermain atau akhirnya pensiun lebih cepat," kata Hough.
Selain masalah daya ledak, penuaan memicu penurunan konsumsi oksigen maksimal (VO2 max), detak jantung, hingga curah jantung. Proses pemulihan cedera pada atlet berusia lanjut juga memakan waktu relatif lebih lama. "Dia memulai kariernya sebagai pemain sayap dan sangat mengandalkan kecepatan dan daya ledaknya, tetapi dia secara bertahap menyesuaikan permainannya, sehingga sekarang dia lebih menjadi penyerang murni dan tidak perlu lagi melakukan sprint sepanjang waktu, karena dia lebih memahami permainan," kata Hough. Kendati mengalami penurunan fisik alami, tingkat kemerosotan performa atlet profesional papan atas umumnya tertahan berkat kepatuhan pada pola hidup sehat, asupan nutrisi seimbang, serta waktu istirahat yang teratur.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow