Dua Kecelakaan Beruntun di Tiban Batam Soroti Minimnya Penerangan Jalan
Dua kecelakaan beruntun terjadi dini hari di depan Perumahan Sandona, kawasan Tiban, Sekupang, Batam, pada Minggu (26/7/2026). Kecelakaan tersebut diduga terjadi akibat minimnya penerangan jalan saat perbaikan ruas jalan berlangsung.
Kecelakaan pertama terjadi sekitar pukul 03.30 WIB, kemudian sekitar 40 menit kemudian kecelakaan kedua terjadi di lokasi yang sama sekitar pukul 04.10 WIB. Rekaman CCTV menunjukkan kedua kendaraan bermotor terlibat insiden saat melintasi jalan yang gelap dan sedang diperbaiki.
Warga Perumahan Sandona, Agnes, mendesak pemerintah segera memasang lampu penerangan jalan umum (PJU) dari Fly Over hingga Pura Bali, Sekupang, demi keselamatan pengguna jalan terutama malam dan dini hari.
"Kami minta lampu jalan dari Fly Over ke Pura Bali segera diadakan agar tidak terjadi kecelakaan serupa di kemudian hari," ujar Agnes kepada Batamnews.co.id.
Agnes menambahkan pentingnya penerangan jalan selama proses perbaikan untuk menghindari risiko kecelakaan akibat jarak pandang yang terbatas. Ia juga mengimbau pengendara agar berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat melewati ruas jalan tersebut.
Selain itu, di kawasan Baloi Permai, warga Ruko Legenda Gemilang menolak pembangunan yang dianggap menyerobot lahan fasilitas umum (fasum). Persoalan ini sudah berlangsung sekitar tiga bulan dan meski beberapa kali penolakan dan mediasi dilakukan, pembangunan tetap berjalan.
Robert, pemilik ruko nomor 09, menyatakan masalah muncul sejak Said membeli ruko di Blok B nomor 10-11 dan menggabungkan bangunannya dengan lahan fasum seluas tiga meter yang biasa digunakan warga.
"Sejak Said memiliki ruko itu, pembangunan fasum disambung bangunannya dengan ruko nomor 11," ujar Robert pada Sabtu (25/7/2026).
Warga menuntut agar pembangunan mengikuti site plan (PL) yang berlaku dan tidak merusak lahan fasum. Namun, pembangunan masih berlangsung hingga kini, yang memicu keresahan di lingkungan ruko.
Dalam beberapa mediasi, Ketua RT Hasyim disebut tidak hadir sehingga penyelesaian persoalan belum maksimal. Petugas Trantib Kelurahan Baloi Permai telah meninjau lokasi dan memastikan pembangunan belum memiliki dasar site plan yang sah.
Warga lain seperti Cece Susan dan Bobby juga menyuarakan keberatan terhadap pembangunan yang tidak sesuai ketentuan kawasan. Raja Padiel, Lurah Baloi Permai, hingga berita ini ditulis belum memberikan tanggapan terkait perizinan pembangunan tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow