KEK Industropolis Batang Tingkatkan Kompetensi SDM dan Penempatan Kerja
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia dan Penempatan Tenaga Kerja serta menutup Pelatihan Tailor Made Training pada Selasa (1/9/2026).
Kerja sama ini bertujuan menghubungkan pelatihan vokasi dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) agar tenaga kerja siap menghadapi tuntutan industri.
Pelatihan Tailor Made Training (TMT) berlangsung selama 10 hari pada 10-21 Agustus 2026 dengan diikuti 50 peserta dari masyarakat Kabupaten Batang dan sekitarnya. Program meliputi pelatihan berbasis kompetensi, rekrutmen tenaga kerja, sertifikasi, dan pemagangan.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Kawasan Industri Terpadu Batang, Angga Arie Saputra, berharap program ini memberi manfaat berkelanjutan bagi calon tenaga kerja dan mendukung kesiapan mereka menghadapi industri.
"Seiring dengan perkembangan kawasan industri, kita perlu mempersiapkan masa depan yang baik bagi para pekerja industri. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta pelatihan, sehingga kompetensi yang diperoleh dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal untuk memberikan kontribusi yang baik di dunia kerja," ujar Angga.
PT Trax Sumbiri Indo, perusahaan manufaktur garmen asal Thailand yang beroperasi di KEK tersebut, turut berperan dalam kerja sama ini. HR Manager PT Trax Sumbiri Indo, M Hari Nasrullah, menyatakan program membantu perusahaan mengakses calon tenaga kerja dengan pembekalan industri sesuai kebutuhan.
Kolaborasi ini melibatkan PT Trax Sumbiri Indo, PT Kawasan Industri Terpadu Batang, Dinas Ketenagakerjaan, dan BBPVP Semarang untuk menyatukan informasi dan memperkuat koordinasi dalam mempersiapkan tenaga kerja kompeten.
Kepala BBPVP Semarang, Fikri Kurniakiki, mengatakan pembekalan pelatihan vokasi tidak hanya fokus pada kemampuan teknis tetapi juga kompetensi pendukung seperti kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, kerja tim, dan komunikasi agar peserta siap bekerja efektif di industri.
Program TMT diberikan gratis untuk 50 peserta, yang setelah pelatihan memperoleh sertifikasi kompetensi dari lembaga terafiliasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan sertifikat BBPVP Semarang. Seleksi tenaga kerja menunjukkan 80 persen peserta diterima bekerja.
Salah satu peserta, Dias Alfi Yuhani, menilai pelatihan memberikan bekal kuat untuk memasuki dunia kerja, termasuk keterampilan menjahit dan pengembangan soft skill serta hard skill sesuai kebutuhan perusahaan.
"Melalui pelatihan ini, saya mendapatkan pembelajaran menjahit dari nol. Selain keterampilan menjahit, saya juga mendapatkan pendampingan untuk membangun soft skill dan hard skill yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan," ujar Dias.
Berita ini dilansir dari Detik Finance.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow