Kelompok Extremis Serang Cabo Delgado Mozambik dan Tewaskan Warga
Kelompok ekstremis bersenjata menyerang warga sipil di desa Xitaxi, distrik Muidumbe, provinsi Cabo Delgado, Mozambik pada Jumat, 5 Juni 2026, yang menewaskan sedikitnya tiga orang dan memicu kepanikan massal di wilayah tersebut.
Serangan di kawasan pertanian tersebut menyebabkan para petani melarikan diri karena mengkhawatirkan keselamatan mereka. Selain membunuh warga, kelompok bersenjata juga menjarah hasil pertanian di area yang terletak di sepanjang jalan Nomor 380 tersebut.
"Houve ataque dos terroristas nas nossas machambas [campos agrícolas] e mataram três pessoas" ujar salah satu sumber warga lokal kepada Lusa.
Pihak keamanan setempat melaporkan bahwa penjarahan komoditas pangan terus terjadi di wilayah perbatasan desa. Warga yang ketakutan memilih meninggalkan rumah mereka demi mencari perlindungan ke zona yang lebih aman.
"Mataram e saquearam produtos nas machambas" kata sumber warga lainnya.
Organisasi ACLED mencatat terjadi delapan peristiwa kekerasan dalam dua minggu terakhir bulan Mei di Cabo Delgado. Enam di antaranya melibatkan ekstremis yang terafiliasi dengan ISIS atau Estado Islamico Moçambique (EIM), sehingga total korban jiwa sejak konflik dimulai pada 2017 mencapai 6.624 orang.
Sementara itu, krisis kemanusiaan terus memburuk di distrik Ancuabe, di mana perpindahan penduduk skala besar terjadi akibat aktivitas kelompok bersenjata tidak resmi. Berdasarkan laporan Organisasi Internasional untuk Migrasi (OIM), sebanyak 19.325 orang terpaksa mengungsi dalam sebulan terakhir dari Ancuabe menuju wilayah Montepuez dan Chiúre.
Uskup Pemba, D. António Juliasse Ferreira Sandramo, memperingatkan bahwa kelompok jihadis di Cabo Delgado kini secara terang-terangan berupaya mendirikan kekhalifahan Islam di wilayah utara Mozambik tersebut. Berdasarkan data Aid to the Church in Need (ACN), lebih dari 300 umat Katolik tewas dibunuh dan 117 gereja dihancurkan sejak awal pemberontakan.
"Os sinais estão aí. Falam abertamente de um califado. Quando encontram pessoas, quando sequestram vítimas, é isso que dizem: que estão a trabalhar para um califado" tegas D. António Juliasse Ferreira Sandramo, Uskup Pemba.
Uskup Juliasse juga mengkhawatirkan munculnya ujaran kebencian yang mulai merusak kerukunan antarumat beragama yang sebelumnya berjalan harmonis di Cabo Delgado. Ia mengkritik keheningan dunia internasional atas tragedi yang terjadi di wilayah kaya gas tersebut.
"O silêncio pode ser interpretado como prudência, mas também como falta de interesse" tutur D. António Juliasse Ferreira Sandramo.
Pihak gereja menilai bahwa respons militer semata tidak akan mampu menyelesaikan konflik jangka panjang ini secara tuntas. Dialog nasional menjadi jalan alternatif yang mendesak untuk mengatasi akar penyebab radikalisasi warga lokal.
"Não creio que a opção militar seja a única solução. Moçambique conhece também o caminho do diálogo" tambah D. António Juliasse Ferreira Sandramo.
Di wilayah selatan Cabo Delgado, kepanikan serupa melanda lima komunitas di distrik Ancuabe akibat pergerakan konvoi kelompok bersenjata pada akhir pekan lalu. Kelompok tersebut menyerbu desa Nonia, Naputa, Nacuale, Nacololo, dan Merremano, serta membunuh satu anggota pasukan keamanan lokal dan menculik lebih dari 10 orang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow