Komisi Eropa Tolak Usulan Kucilkan Spanyol Terkait Krisis Migran Ceuta

Smallest Font
Largest Font

Komisi Eropa menolak usulan beberapa negara anggota Uni Eropa untuk mengucilkan Spanyol terkait krisis migran yang terjadi di Ceuta, wilayah kantong Spanyol di pesisir Afrika Utara. Penolakan ini disampaikan pada Jumat (31/7) saat puluhan ribu migran dari Maroko berusaha memasuki Ceuta secara massal.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Spanyol, sekitar 50.000 hingga 60.000 migran mencoba masuk ke Ceuta dalam dua hari, Kamis dan Jumat. Dari jumlah ini, sekitar 48.300 orang telah dipulangkan kembali ke Maroko pada Jumat sore hingga malam. Namun, krisis ini menelan korban jiwa sebanyak 67 orang yang tewas saat berusaha menyeberang ke wilayah Ceuta.

Kepala Pemerintahan Ceuta, Juan Jesús Vivas, menyatakan jumlah migran yang memasuki wilayah tersebut setara dengan 70% populasi Ceuta yang berjumlah sekitar 83.000 jiwa. Situasi ini memicu reaksi keras dari politisi sayap kanan di beberapa negara Uni Eropa.

Komisi Eropa menegaskan bahwa tidak ada migran yang berhasil melintasi Ceuta ke daratan Spanyol atau negara Uni Eropa lain. Badan ini juga menyatakan otoritas Spanyol menjalankan kontrol perbatasan eksternal dengan efektif, sehingga tidak ada dasar untuk menjatuhkan sanksi terhadap Spanyol.

"Prioritas kami sekarang adalah melaksanakan pemulangan dari Ceuta ke Maroko, menstabilkan situasi, dan menjamin tidak ada lagi imigran ilegal yang masuk dari Maroko. Prioritas utama kami adalah terus mendukung Spanyol dalam perlindungan dan pengelolaan perbatasan eksternal Uni Eropa secara efektif dan tertib. Ini termasuk memerangi jaringan perdagangan manusia ilegal dan mencegah orang melakukan perjalanan berbahaya," ujar pejabat senior Komisi Eropa yang dikutip dari TeleSur.

Permintaan untuk mempertimbangkan penangguhan keanggotaan Spanyol dalam perjanjian pergerakan bebas perbatasan disampaikan oleh Italia, Republik Ceko, Finlandia, dan Denmark. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengusulkan langkah luar biasa tersebut, didukung oleh pemimpin dari negara lain tersebut.

Ceuta merupakan wilayah Spanyol di Afrika Utara yang berbatasan langsung dengan Maroko, bersama Melilla yang berjarak sekitar 400 kilometer di sebelah timur. Kedua kota ini menjadi satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dan Afrika, menjadikannya jalur utama masuknya migran ke Eropa dari Afrika.

Maroko tidak mengakui Ceuta dan Melilla sebagai bagian dari Spanyol dan menyebut keduanya sebagai wilayah yang diduduki. Keadaan ini menambah kompleksitas krisis yang terjadi di perbatasan tersebut.

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang migran asal Maroko merekam perjalanan berbahaya saat berenang menuju Ceuta. Video ini menjadi sorotan publik karena menampilkan secara langsung risiko yang dihadapi migran dalam upaya memasuki wilayah Uni Eropa lewat jalur laut.

Meski berbahaya, usaha masuk ke Ceuta melalui laut terus dilakukan migran yang berhadapan dengan ombak, arus kuat, dan patroli keamanan perbatasan Spanyol.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed