Kemenag Makassar Perkuat Pembinaan Peserta Olimpiade Madrasah 2026
Kementerian Agama Kota Makassar memperketat pembinaan dan pengawasan peserta Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 melalui rapat koordinasi bersama para Pengawas Madrasah di Ruang Pengawas pada Senin, 31 Agustus 2026.
Langkah tersebut diambil guna memastikan kesiapan akademik maupun mental para siswa di seluruh jenjang pendidikan madrasah menjelang pelaksanaan kompetisi nasional tersebut. Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar H. Muhammad, didampingi Kasi Pendidikan Madrasah Andi Ahmad Ali Inani serta Ketua Pokjawas Saharuddin.
Penguatan kemampuan dan pemantauan terukur pada tahap akhir dinilai sangat mendesak agar seluruh peserta yang terdaftar dapat bertanding dengan maksimal. Penegasan mengenai pembagian tugas pengawasan agar proses pendampingan berjalan efektif disampaikan oleh pejabat terkait.
"Saya minta Ketua dan seluruh pengawas memastikan pembinaan pada wilayah masing-masing berjalan dengan baik," ujar Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar H. Muhammad.
Selain mengenai pembinaan teknis, jajaran pengawas juga diminta segera mendata ulang jumlah pendaftar serta menjaga akuntabilitas administrasi seluruh kegiatan pengawasan sebagai bahan evaluasi.
"Peserta yang telah mendaftar harus dipantau dan diberikan penguatan menjelang pelaksanaan OMI," kata H. Muhammad.
Ia menekankan bahwa manajemen pengawasan harus memiliki kejelasan pembagian peran kerja dari setiap individu yang terlibat.
"Dalam manajemen harus jelas siapa melakukan apa. A melakukan apa, B melakukan apa, dan C melakukan apa," tegas H. Muhammad.
Koordinasi data secara menyeluruh dari madrasah tingkat ibtidaiyah hingga aliyah di Makassar menjadi fokus utama dalam beberapa hari ke depan.
"Tinggal beberapa hari menuju pelaksanaan, saya minta laporan terkait jumlah peserta yang telah mendaftar di setiap tingkatan," kata H. Muhammad.
Tahapan pendampingan akademik diprioritaskan setelah proses registrasi administrasi peserta rampung sepenuhnya.
"Kalau semuanya sudah berjalan, tinggal dilakukan penguatan," ujar H. Muhammad.
Seluruh bukti fisik kehadiran dan pelaksanaan tugas pengawasan di lapangan diwajibkan terdokumentasi secara rinci.
"Kehadiran, kegiatan, dan apa yang telah dilaksanakan harus memiliki bukti yang jelas," ungkap H. Muhammad.
Secara khusus, dorongan motivasi turut diarahkan kepada para peserta yang berasal dari lembaga pendidikan swasta.
"Jangan pesimis sebelum bertanding. Bisa saja peserta dari madrasah swasta memiliki kemampuan luar biasa dan tampil sebagai juara," pesan H. Muhammad.
Pendampingan yang intensif diharapkan mampu memupuk rasa percaya diri seluruh siswa madrasah saat berlaga nanti.
"Yang penting adalah pembinaan, kesiapan, dan keberanian untuk bersaing," kata H. Muhammad.
Melalui pengawasan yang ketat, Kemenag Makassar menargetkan OMI 2026 menjadi sarana penggalian potensi peserta didik secara maksimal.
"Apa yang menjadi penugasan kepada Bapak dan Ibu semua, saya harapkan dapat dilaksanakan dengan baik. Mari bersama-sama kita kawal dan sukseskan program ini," pungkas H. Muhammad.
Di tingkat nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI telah menyediakan berbagai skema ujian OMI 2026 untuk jenjang MA/SMA, termasuk bidang Matematika yang menguji penalaran, geometri, kombinatorika, hingga integrasi soal bernuansa keislaman seperti zakat dan sejarah nabi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow