Kemenag Tetapkan Jadwal Puasa Tasua dan Asyura Juni 2026

Smallest Font
Largest Font

Umat Islam bersiap menyambut bulan Muharram 1448 Hijriah yang ditetapkan oleh Kementerian Agama mulai 16 Juni 2026 dengan anjuran memperbanyak ibadah puasa sunnah.

Berdasarkan penanggalan tersebut, jadwal puasa Tasua atau 9 Muharram jatuh pada Rabu, 24 Juni 2026, sedangkan puasa Asyura atau 10 Muharram dilaksanakan pada Kamis, 25 Juni 2026.

Ibadah puasa pada bulan Muharram ini memiliki kedudukan hukum sunnah yang sangat dianjurkan menurut fiqih mazhab Syafi'i, khususnya pada sepuluh hari pertama.

Dilansir dari laman MUI, keutamaan ibadah ini merujuk pada penegasan Nabi Muhammad SAW mengenai posisi penting bulan Allah tersebut setelah Ramadhan.

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram.” kata Nabi Muhammad SAW dalam hadis riwayat Muslim.

Imam as-Shan’ani dalam kitab At-Tanwir Syarh al-Jami’ as-Shagir menjelaskan bahwa penyebutan Muharram sebagai bulan Allah merupakan bentuk pengagungan, di mana Rasulullah SAW sering berpuasa untuk mengawali tahun dengan kebaikan.

“Puasa yang paling utama setelah puasa bulan Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram. Penyandaran bulan ini kepada Allah merupakan bentuk pengagungan terhadap kemuliaannya. Muharram disebut secara khusus karena ia adalah pembuka tahun, dan Nabi SAW dahulu banyak berpuasa di dalamnya agar memulai tahun beliau dengan melakukan amal kebaikan. Dalam hadis ini terdapat dalil bahwa puasa Muharram merupakan puasa yang paling utama setelah Ramadhan, dan lebih utama dibandingkan puasa-puasa lain yang terdapat anjuran khusus untuk melakukannya.” tulis Imam as-Shan’ani.

Anjuran berpuasa pada bulan-bulan suci termasuk Muharram juga ditegaskan oleh para ulama fikih sebagai waktu terbaik untuk meningkatkan ketaatan.

“Disunnahkan berpuasa pada bulan-bulan haram. Bahkan, bulan-bulan itu merupakan bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah bulan blank Ramadhan. Bulan-bulan haram itu adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.” kata Syekh Ibn Hajar al-Haitami dalam kitab Al-Minhaj al-Qawwim.

Keagungan bulan pembuka tahun ini dinilai menjadikannya momen terbaik bagi umat Islam untuk membuka lembaran baru dengan memperbanyak amal shalih.

“Sesungguhnya Allah memulai tahun dengan sebuah bulan haram dan menutupnya dengan sebuah bulan haram. Tidak ada bulan dalam setahun setelah bulan Ramadhan yang lebih agung di sisi Allah daripada bulan Muharram. Muharram disebut sebagai bulan Allah yang sunyi atau terjaga sebab kuatnya kehormatan dan kemuliaannya. Adapun bagian yang paling utama dari bulan Muharram adalah sepuluh hari pertamanya.” kata Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitab Lathaif al-Ma’arif.

Selain itu, setiap hari puasa yang dijalankan pada bulan ini dijanjikan mendapatkan ganjaran pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT.

“Barang siapa berpuasa satu hari di bulan Muharram, maka Allah akan Meganugerahkan kepadanya pahala yang setara dengan berpuasa selama tiga puluh hari.” kata Nabi Muhammad SAW dalam hadis riwayat At-Thabrani.

Pemberian pahala yang melimpah ini berkaitan erat dengan posisi Muharram sebagai penanda awal tahun baru dalam kalender Hijriyah.

“Barang siapa berpuasa satu hari di bulan Muharram, maka baginya pahala tiga puluh kebaikan untuk setiap hari puasanya. Dengan demikian, sejumlah ulama berpendapat bahwa puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram. Muharram disebut secara khusus karena ia merupakan awal tahun. Maka, siapa yang mengagungkan bulan itu dengan berpuasa yang termasuk salah satu ibadah paling utama, niscaya ia akan diberi balasan berupa pahala yang berlimpah.” tulis Syekh Abdurrauf al-Munawi dalam kitab Faidh al-Qadir Syarh al-Jami’ as-Shagir.

Secara khusus, puasa Asyura diyakini dapat menghapus dosa-dosa kecil setahun lalu, sedangkan puasa Tasua dianjurkan sebagai pembeda identitas ibadah umat Islam dari tradisi puasa kaum Yahudi.

Pelaksanaan puasa dimulai dengan niat yang dihadirkan dalam hati atau dilafalkan secara lisan pada malam hari sebelum waktu subuh tiba.

Niat umum puasa Muharram adalah "Nawaitu shaumal Muharrami lillahi Ta’ala" yang berarti "Saya niat puasa Muharram karena Allah Ta’ala".

Sementara itu, lafal niat puasa Tasua adalah "Nawaitu shauma ghadin min yaumi tasuu'aa-in sunnatan lillahi ta'aalaa" yang berarti "Saya niat berpuasa sunnah hari Tasua esok hari karena Allah Ta'ala".

Bagi yang hendak menunaikan puasa Asyura, bacaan niatnya adalah "Nawaitu shauma ghadin min yaumi 'aasyuuraa-a sunnatan lillahi ta'aalaa" yang memiliki arti "Saya niat berpuasa sunnah hari Asyura esok hari karena Allah Ta'ala".

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed