Kemendikdasmen Mewajibkan Pengisian Sulingjar 2026 Mulai 20 Juli

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mewajibkan seluruh kepala sekolah dan guru terdaftar untuk mengisi Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) 2026 secara daring mulai 20 Juli hingga 17 Agustus 2026. Pelaksanaan Sulingjar dilakukan melalui portal resmi guna memotret kualitas lingkungan belajar di setiap satuan pendidikan sebagai bahan penyusunan Rapor Pendidikan.

Kewajiban pengisian instrumen evaluasi nasional ini berlaku bagi pendidik di jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB yang terdaftar dalam sistem Dapodik atau EMIS per 30 Juni 2026. Secara regulatif, pengisian instrumen mengacu pada Keputusan Kepala BSKAP Kemendikbudristek Nomor 027/H/KR/2024 serta Permendikbudristek Nomor 09/2022 mengenai evaluasi sistem pendidikan.

Survei ini mengukur persepsi dan pengalaman nyata terkait iklim keamanan, kenyamanan, inklusivitas, serta praktik pembelajaran di sekolah tanpa menjadi penilaian kinerja individu maupun kompetensi guru. Setiap peserta login menggunakan Kartu Login berisi Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), Nomor Induk Kependudukan (NIK), tanggal lahir, serta token rahasia yang dibagikan oleh operator sekolah.

Sejumlah satuan pendidikan di daerah mulai melaksanakan pengisian serentak dengan pendampingan langsung untuk memastikan keakuratan data. Di Bengkalis, Riau, seluruh tenaga pendidik MTs YPPI Bengkalis merapatkan barisan guna menyelesaikan instrumen survei tersebut bersama-sama.

"Pengisian Sulingjar ini kami lakukan bersama-sama agar tercipta pemahaman yang sama tentang pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Data yang dihasilkan nanti akan kami gunakan untuk perbaikan berkelanjutan, sehingga setiap program yang kami susun benar-benar didasarkan pada kebutuhan nyata madrasah," ujar Jumillia, Kepala MTs YPPI Bengkalis.

Pengisian berbarengan ini dinilai membantu para guru dalam merefleksikan kembali seluruh proses pembelajaran yang telah diterapkan selama satu tahun ajaran terakhir.

"Kami merasa kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain sebagai kewajiban, Sulingjar juga mengingatkan kami untuk terus berinovasi agar siswa merasa nyaman dan termotivasi dalam belajar. Hasil survei nantinya diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah," kata seorang anggota Majelis Guru MTs YPPI Bengkalis.

Langkah pendampingan intensif juga diterapkan di MTsN 2 Bantul, Yogyakarta, di mana jajaran pimpinan turun tangan memandu pengisian instrumen Sulingjar agar seluruh butir pertanyaan dijawab secara cermat dan transparan sesuai kondisi riil sekolah.

Kemendikdasmen mengimbau para responden agar menyelesaikan survei tepat waktu serta menghindari situs luar yang meminta pembayaran atau data pribadi guna menjaga keamanan sistem data pendidikan nasional.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed