Kemendikdasmen Kucurkan Rp 1,2 Triliun Revitalisasi Sekolah NTT
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merencanakan revitalisasi terhadap 1.487 satuan pendidikan di Nusa Tenggara Timur pada 2026 dengan anggaran mencapai Rp 1.208.684.805.539. Kebijakan ini diambil guna memperluas pemerataan sarana pendidikan di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar, seperti dilansir dari Detikcom pada Senin (14/9/2026).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menetapkan Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai daerah prioritas. Salah satu fasilitas pendidikan yang menjadi sasaran utama penanganan perbaikan infrastruktur tersebut adalah Sekolah Dasar Negeri Mboeng di Kabupaten Manggarai Timur.
Alokasi dana tersebut mengalami peningkatan dari periode sebelumnya demi memperkuat infrastruktur fisik di berbagai jenjang sekolah.
"Pada 2026, sebanyak 1.487 satuan pendidikan di Nusa Tenggara Timur menjadi sasaran revitalisasi dengan dukungan anggaran lebih dari Rp 1,2 triliun. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus memperluas pemerataan layanan pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah yang masih membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana," kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto.
Sebelumnya, pemerintah telah merampungkan bantuan untuk 580 sekolah dan pembangunan Unit Sekolah Baru di Nusa Tenggara Timur bernilai Rp 603,5 miliar. Anggaran itu terbagi untuk 43 PAUD senilai Rp 15,83 miliar, 234 SD sebesar Rp 160,73 miliar, 174 SMP sebesar Rp 248,58 miliar, 64 SMA sebesar Rp 75,96 miliar, 44 SMK sebesar Rp 64,75 miliar, sembilan SLB sebesar Rp 16,47 miliar, serta delapan SKB/PKBM sebesar Rp 6,9 miliar.
Pemerintah pusat turut mengucurkan dana Rp 14,3 miliar untuk mendirikan empat Unit Sekolah Baru yang mencakup tiga PAUD dan satu SMA di Kabupaten Malaka, Timor Tengah Utara, dan Sumba Barat.
Program perbaikan fisik bangunan ini juga dipadukan dengan penguatan kapasitas teknologi di lingkungan sekolah.
"Anak-anak kita membutuhkan ruang belajar yang aman dan nyaman, tetapi pada saat yang sama mereka juga berhak mendapatkan akses terhadap pembelajaran yang semakin berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman. Karena itu, revitalisasi dan digitalisasi bukanlah pilihan salah satu. Keduanya berjalan bersama untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, termasuk bagi anak-anak di Nusa Tenggara Timur," kata Gogot Suharwoto.
Penguatan sarana tersebut melengkapi program digitalisasi pembelajaran yang telah menjangkau 8.985 sekolah di Nusa Tenggara Timur pada 2025 dengan total anggaran Rp 297,27 miliar.
Dukungan dari pemerintah pusat ini mendapat sambutan positif dari pemerintah daerah yang menghadapi keterbatasan ruang fiskal.
"Ini sebagai kesempatan teristimewa kami, Provinsi NTT dengan kemampuan fiskal yang terbatas. Pemerintah pusat memberikan perhatian, dan pemerintah provinsi tentu akan mendukung, mengawal, serta ingin memastikan agar program strategis nasional ini bisa berlangsung dengan baik," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ambrosius Kodo.
Pemerintah daerah berkomitmen melakukan pengawasan ketat agar pengerjaan fisik bangunan sekolah selesai tepat waktu.
"Target kita bahwa pendidikan bermutu untuk semua bisa kita wujudnyatakan di masa-masa yang akan datang," kata Ambrosius Kodo.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow