Kemenkes Imbau Traveler Hindari Naik Motor Saat Hujan Abu Vulkanik Anak Krakatau
Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan sebaran abu vulkanik yang berdampak pada perjalanan darat dan kesehatan masyarakat, termasuk di wilayah Jakarta dan sekitarnya, demikian dilansir dari Detik Travel. Partikel abu yang terbawa angin mengancam keselamatan perjalanan dan kesehatan, sehingga Kementerian Kesehatan mengeluarkan Surat Edaran Nomor KL.01.02/A/17765/2026 terkait kesiapsiagaan dan perlindungan masyarakat terhadap dampak abu vulkanik tersebut. Kemenkes memberikan lima imbauan bagi traveler di wilayah terdampak agar tetap aman selama hujan abu berlangsung.
Pertama, hindari naik motor karena partikel abu yang halus mudah terhirup serta risiko kecelakaan meningkat akibat jarak pandang berkurang dan jalan licin.
Kedua, gunakan masker N95, KN95, KF94, FFP2, atau setara; jika tidak tersedia, masker medis dapat dipakai sementara. Ketiga, lindungi mata dengan kacamata pelindung tertutup atau goggles, dan hindari mengucek mata yang terkena abu, segera bilas dengan air mengalir jika iritasi terjadi.
Keempat, hindari penggunaan lensa kontak karena abu dapat menyebabkan iritasi dan ketidaknyamanan pada mata. Kelima, kenakan pakaian berlengan panjang, celana panjang, dan alas kaki tertutup serta segera ganti pakaian dan mandi setelah beraktivitas di luar ruangan yang terpapar abu vulkanik.
Kemenkes menyatakan bahwa abu vulkanik dapat memicu gangguan pernapasan, iritasi mata dan kulit, serta meningkatkan risiko kecelakaan akibat jarak pandang yang berkurang. Oleh karena itu, traveler diimbau untuk memantau informasi resmi dan membatasi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak saat hujan abu masih terjadi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow