Kementerian ESDM Percepat Lelang 14 WKP Panas Bumi Tahun Ini

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat lelang 14 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) pada Kamis (20/8) dalam ajang IIGCE 2026. Langkah ini memangkas target 10 tahun yang sebelumnya tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.

Percepatan tersebut dilakukan karena energi panas bumi dinilai sangat krusial sebagai pembangkit beban dasar (baseload) sistem ketenagalistrikan nasional. Mayoritas dari 14 lokasi WKP tambahan tersebut berada di Pulau Jawa.

"Kami akan segera membuka 14 daftar kawasan baru panas bumi ini, kemarin Pak Menteri (ESDM) meminta untuk segera dibuka. Jadi kita tarik dari rencana 10 tahun. Karena apa? Panas bumi itu beban dasar dan sangat dibutuhkan," ungkap Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi.

Langkah percepatan ini terpisah dari penawaran 5 WKP dan 7 Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (WPSPE) yang baru saja dibuka untuk tahun 2026. Proyek awal tersebut memiliki potensi pengembangan hingga 392 MW dengan perkiraan investasi mencapai USD 2,23 miliar.

Adapun 5 WKP yang sudah disiapkan mencakup Danau Ranau (40 MW), Hamiding (50 MW), Songgoriti (40 MW), Oka Ile Ange (10 MW), dan Gunung Sirung (5 MW). Sementara itu, 7 lokasi WPSPE tersebar di Sumatra Barat, Lampung, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, hingga Maluku.

Pengembangan potensi energi terbarukan ini ditargetkan mampu menekan beban keuangan negara akibat penggunaan pembangkit diesel yang menyerap subsidi besar. Selain itu, Kementerian ESDM juga sedang menyesuaikan peta jalan RUPTL 10 tahun demi mengakomodasi target PLTS 100 GW dan pembangkit nuklir.

"Subsidi pemerintah pusat ke PLN sekitar Rp 233 triliun per tahun. Ini harus dikurangi dan kita punya potensi untuk mengurangi dengan panas bumi. Sehingga untuk selanjutnya tahapan persiapan WKP ini di proses internal kami di Kementerian ESDM," kata Eniya Listiani Dewi.

Skema pelelangan WKP ini bergeser secara agresif dibanding rencana semula yang hanya melelang 2 hingga 3 lokasi per tahun.

"Sekarang sudah dalam perjalanan kita merevisi perencanaan ketenagalistrikan nasional kita 10 tahun, karena kita punya pintu masuk baru untuk PV 100 gigawatt dan pintu masuk baru untuk pembangkit listrik tenaga nuklir, dan yang baru untuk panas bumi," ungkap Eniya Listiani Dewi.

Pemerintah menargetkan seluruh kuota lelang dalam rencana 10 tahun dapat direalisasikan mulai tahun ini tanpa harus menunggu bertahap.

"Jadi kita tarik di seluruh RUPTL untuk maju dilelangkan sekarang, tidak lagi nunggu 10 tahun dan 2-3 masing-masing kan per tahun ada tuh target-targetnya. Nah, ini biar lebih agresif lagi. Sebetulnya tahun lalu itu kita rencana hanya 2 tapi dibuka sampai 10 kalau enggak salah ya," tuturnya Eniya Listiani Dewi.

Sebelum lelang dibuka secara resmi, Kementerian ESDM kini memprioritaskan koordinasi intensif bersama pemerintah daerah di 14 titik lokasi WKP baru tersebut.

"Terus yang tadi 14 lokasi yang kita sampaikan, itu proses pertama tentu saja kita komunikasi ke Pemda dulu. Jadi makanya saya tadi minta titip kan untuk per lokasi-lokasi tersebut, termasuk yang sekarang ongoing itu komunikasi dengan Pemda harus secepatnya," tandas Eniya Listiani Dewi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed