Kementerian PU Kerahkan Puluhan Pompa Atasi Kekeringan dan Karhutla di Kalbar
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan puluhan pompa dan berbagai sarana pendukung untuk menangani kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan air masyarakat terpenuhi serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di wilayah tersebut, termasuk di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Sanggau.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan kementeriannya tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur dapat digunakan optimal untuk penanggulangan bencana dan menjaga ketersediaan air.
"Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat," ujar Dody.
Dia menambahkan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah menetapkan status darurat bencana karhutla, sehingga Kementerian PU menyalurkan bantuan pompa dan mendukung distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I, M. Tahid, menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah daerah setempat sejak mulai terlihat dampak serius kekeringan.
"Upaya kita di lapangan ikut membantu dalam hal pompa-pompa, kemudian beberapa BBM, juga dengan turun ke lapangan langsung untuk melihat kondisi seperti di Ketapang dan Kubu Raya kita terjunkan tim juga di sana dalam rangka untuk melakukan identifikasi, menemukan apa yang bisa kita bantu dari SDA maupun Cipta Karya," ujar Tahid.
Tahid menambahkan musim kemarau panjang akibat El Nino meningkatkan risiko kebakaran, terutama di lahan gambut pesisir Kalbar yang sulit ditangani jika terbakar, sementara wilayah hulu didominasi tanah mineral.
Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Kalbar, Mohd. Yoza Habibie, menyatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih ke daerah terdampak kekeringan seperti Kabupaten Kubu Raya, Kayong Utara, Pontianak, Singkawang, dan Sanggau.
"Kami lebih ke penanganan kekeringan ada di beberapa kabupaten. Unit kita sudah bergerak ke sana dan ada yang sudah kembali. Kita men-supply air bersih dari PDAM-PDAM terdekat, lalu dibawa ke kabupaten/kota," ujar Yoza.
Adapun sarana yang dikerahkan Kementerian PU meliputi empat unit pompa pemadam, 10 unit pompa alkon, dua genset, satu peralatan geolistrik, empat toren air berkapasitas 5.000 liter, dua hidran umum 2.000 liter, 49 pondasi hidran umum, serta berbagai perahu karet dan unit excavator untuk mendukung mobilisasi lapangan.
Dukungan distribusi air juga diperkuat dengan lima truk air bersih berkapasitas 4.000 liter serta peralatan pompa portable dan truck, termasuk dua mobil truk vacuum tinja.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow