Kebakaran Hutan Cagar Alam Muara Kendawangan Diduga Dipicu Perburuan Liar

Smallest Font
Largest Font

Aktivitas perburuan liar diduga menjadi pemicu peristiwa kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Cagar Alam Muara Kendawangan. Insiden tersebut ditangani langsung oleh aparat kepolisian beserta tim gabungan setempat, dilansir dari Detik Travel.

Pemantauan melalui aplikasi Lancang Kuning berbasis data satelit NOAA20 dan SNPP sebelumnya mendeteksi keberadaan 34 titik panas di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Titik api tersebut tersebar di Desa Pembedilan, Desa Air Hitam Besar, dan Desa Air Hitam Hulu.

Tim gabungan yang terdiri dari Polres Ketapang, Polsek Kendawangan, BKSDA Ketapang, serta tim pemadam perusahaan seperti PT SKS, PT BNS, dan PT BMJ langsung diterjunkan untuk melakukan pengecekan darat.

"Awalnya titik panas tersebut terdeteksi melalui aplikasi Lancang Kuning berdasarkan data satelit NOAA20 dan SNPP. Pengecekan kemudian dilakukan Polres Ketapang bersama BKSDA Ketapang dan tim pemadam kebakaran perusahaan," kata Harris dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).

Hasil pemeriksaan di lapangan mengonfirmasi adanya areal yang hangus terbakar. Areal yang terdampak mencakup wilayah Cagar Alam Muara Kendawangan serta area konsesi milik PT Buana Megatama Jaya (PT BMJ).

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3 hektare di Desa Pembedilan, 5 hektare di Desa Air Hitam Hulu, dan 2 hektare di Desa Air Hitam Besar. Kobaran api membakar vegetasi permukaan kawasan tersebut.

"Vegetasi yang terbakar didominasi ilalang, semak belukar dan tanaman albasia. Kebakaran yang ditemukan merupakan jenis kebakaran permukaan," jelas Harris.

Petugas gabungan segera melakukan prosedur pemadaman dan pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa bara api yang dapat memicu kebakaran susulan. Kendati demikian, akses jalan menuju beberapa lokasi terputus sehingga tidak semua titik panas dapat diperiksa langsung.

Berdasarkan hasil pemantauan awal di lokasi kejadian, pihak kepolisian menemukan adanya indikasi bahwa peristiwa kebakaran ini memiliki keterkaitan dengan kegiatan perburuan liar oleh pihak tertentu. Pihak kepolisian belum merinci bukti spesifik terkait dugaan tersebut.

Polres Ketapang bersama instansi terkait berkomitmen mengoptimalkan pemeriksaan lapangan guna mengamankan area konservasi dari ancaman kebakaran yang meluas.

"Kami terus mengoptimalkan sinergi bersama BKSDA, TNI, pihak perusahaan dan seluruh unsur terkait untuk melakukan pengecekan, pemadaman serta pendinginan terhadap setiap titik api," ujarnya.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu kebakaran maupun merusak kawasan konservasi.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dan lahan. Apabila menemukan adanya titik api maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan Karhutla, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat," tegasnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed