MIND ID Kerahkan 60 Personel Padamkan Karhutla di Mempawah
Grup MIND ID mengerahkan 60 personel pemadam kebakaran bersertifikat untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, seperti dilansir dari Detik Finance pada Jumat (4/9/2026).
Penanganan karhutla ini berfokus di area operasional PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), anak usaha PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTAM) yang mengoperasikan smelter grade alumina refinery.
Tim gabungan tersebut terdiri dari personel INALUM, ANTAM, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk, PT Freeport Indonesia, dan PT Vale Indonesia Tbk. Penguatan operasional di lapangan turut didukung perlengkapan pemadaman, alat keselamatan, serta bantuan medis bagi relawan dan masyarakat terdampak.
Direktur Utama PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) Maroef Sjamsoeddin mengkoordinasikan langsung pengerahan tim gabungan tersebut untuk memperkuat penanggulangan karhutla.
"Langkah ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan dan masyarakat. Kehadiran relawan Grup MIND ID ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pengendalian titik api sekaligus membantu mengurangi risiko kesehatan dan gangguan terhadap aktivitas yang dihadapi masyarakat," ujar Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin dalam keterangan tertulis pada Senin (7/9/2026).
Langkah penanganan ini juga merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar dari bahaya penyebaran api.
"Bagi INALUM, keberadaan perusahaan harus memberikan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat di sekitarnya. Karena itu, ketika terdapat situasi darurat seperti karhutla, kami berupaya bergerak bersama seluruh pihak yang memiliki kompetensi dan kewenangan untuk membantu penanganannya," ujar Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita.
Karakteristik medan di lokasi kejadian menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas pemadam dalam memadamkan titik api secara menyeluruh.
"Api pada lahan gambut dapat merambat dan bertahan di bawah permukaan meskipun kobaran di atas tanah telah padam. Kondisi ini membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih panjang, ketersediaan sumber air yang memadai, serta penyisiran dan pendinginan berulang untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali muncul," ujar Direktur Utama BAI, Darwin Saleh Siregar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow