Keributan Usai Fenerbahce Menang Atas Lyon di Liga Champions
Fenerbahce berhasil menang 2-1 atas Olympique Lyon pada leg kedua kualifikasi Liga Champions, Kamis (27/8/2026), sekaligus memastikan lolos dengan agregat 3-2 dalam laga yang berlangsung di kandang Lyon.
Namun, pertandingan yang sarat tekanan ini ditutup dengan keributan antara pemain dan staf kedua tim yang memanas usai peluit akhir, terutama melibatkan gelandang Fenerbahce Matteo Guendouzi.
Guendouzi, yang sebelumnya pernah membela rival Marseille, menjadi sasaran hinaan kasar dari pendukung Lyon sejak pemanasan. Ia mengaku kepada wartawan bahwa hinaan tersebut menyangkut keluarganya dan membuatnya bereaksi provokatif selama pertandingan.
"Di Ligue 1, dalam kasus seperti ini mereka akan berbicara dengan suporter dan memerintahkan mereka untuk berhenti, jika tidak pertandingan akan dihentikan. Namun di sini, selama lebih dari 90 menit, termasuk fase pemanasan, mereka meneriakkan hinaan kepada keluarga saya, istri saya, anak-anak saya. Itu sangat melukai saya, itu benar-benar mengguncang saya. Bagi saya, itu murni tindakan tidak hormat," ujar Guendouzi setelah laga.
Guendouzi sempat menunjukkan jari tengah kepada fans Lyon saat pemanasan, dan merayakan gol kedua Fenerbahce dengan gestur provokatif di depan pendukung tuan rumah. Petugas keamanan terpaksa menghalangi invasi lapangan yang terjadi berkali-kali.
Keributan semakin memuncak ketika staf Lyon menyerang Guendouzi di lorong ruang ganti dengan tendangan melompat, yang memicu perkelahian melibatkan banyak pemain dari kedua tim.
Kapten Lyon, Corentin Tolisso, mengecam sikap Guendouzi. "Dia harus tetap rendah hati dalam kemenangan dan merayakannya bersama timnya di ruang ganti. Itu tidak perlu," ujar Tolisso kepada Canal+. Ia menambahkan bahwa Guendouzi memberi alasan karena mendapat hinaan, tetapi menurutnya, mereka juga sering dihina saat bermain tandang dan tidak bereaksi seperti itu.
Di sisi lain, gelandang Fenerbahce N'Golo Kante memilih bersikap tenang dan tidak terbawa emosi saat keributan terjadi. Mantan pemain Chelsea itu menunjukkan pengendalian diri di tengah suasana yang memanas, mengingat pengalamannya bermain di level tertinggi sepak bola Eropa.
Fenerbahce datang ke pertandingan dengan target menjaga peluang lolos dan berhasil membalikkan keadaan dengan kemenangan 2-1, unggul agregat 3-2, sehingga melanjutkan babak kualifikasi Liga Champions musim ini.
Sementara itu, Lyon harus mengakhiri perjuangan mereka setelah gagal mempertahankan keunggulan agregat, meski bermain di hadapan pendukung sendiri. Keributan usai pertandingan menambah catatan dramatis dari laga yang sangat menentukan ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow