Ketegangan Melanda Ruang Ganti Uruguay Menjelang Laga Melawan Spanyol
Internal tim nasional Uruguay dilanda gejolak hebat akibat perselisihan taktik antara sejumlah pemain pilar dan pelatih kepala Marcelo Bielsa menjelang pertandingan krusial melawan Spanyol di Estadio Guadalajara. Dilansir dari El Espectador, sekelompok pemain yang dipimpin oleh kapten Federico Valverde bersama Sergio Rochet, Manuel Ugarte, dan Rodrigo Bentancur meminta pertemuan tertutup dengan Bielsa untuk memprotes intensitas latihan yang terlalu menguras fisik dan menyebabkan cedera pada rekan setim mereka. Para pemain menginginkan Uruguay menerapkan strategi blok rendah dan mengandalkan serangan balik cepat saat menghadapi skuad asuhan Luis de la Fuente, namun Bielsa justru menegaskan bahwa mereka harus meladeni Spanyol dengan gaya bermain terbuka yang agresif.
Bielsa kemudian mengumpulkan seluruh anggota tim untuk merespons protes tersebut sekaligus menyindir balik beberapa pemain yang sempat menginginkan dirinya mundur dari kursi kepelatihan setelah mencoret pemain senior seperti Luis Suarez dan Nahitan Nandez.
Ketegangan ini berlanjut ke dalam lapangan ketika Uruguay akhirnya takluk 0-1 dari Spanyol melalui gol Alex Baena pada menit ke-42 babak pertama, yang memanfaatkan kesalahan fatal penjaga gawang veteran Fernando Muslera. Akibat blunder tersebut, Bielsa langsung mengambil keputusan drastis dengan mengganti Muslera pada jeda babak pertama menggunakan Sergio Rochet, disusul penarikan keluar Federico Valverde pada menit ke-55 yang memicu kemarahan sang kapten di pinggir lapangan.
Di tengah situasi ruang ganti Uruguay yang memanas, mantan anak asuh Bielsa di Athletic Bilbao, Ander Herrera, memberikan pandangan berbeda terkait karakter keras pelatih asal Argentina tersebut. "Mi relación con Bielsa es excelente. No podemos negar que es un tipo peculiar, es el entrenador y la persona más peculiar que me he encontrado en las 17 temporadas profesionales que jugué" kata Ander Herrera, Gelandang.
Herrera menambahkan bahwa metode kepelatihan Bielsa memberikan dampak yang sangat besar dan positif bagi perkembangan karier sepak bola profesionalnya. "A mi me dejó un sello y una marca que la voy a recordar para siempre" ujar Ander Herrera, Gelandang. Ia juga menyatakan bahwa inspirasi taktik Bielsa akan diadopsinya jika ia memutuskan untuk beralih profesi menjadi juru taktik di masa depan.
"Si en el futuro decido ser entrenador, algunas de las cosas que haré serán en parte gracias a Marcelo" kata Ander Herrera, Gelandang.
Meskipun Herrera mengakui tidak mengetahui dinamika terbaru di dalam internal tim Uruguay saat ini, ia menegaskan bahwa pengalamannya bersama Bielsa belasan tahun lalu berjalan sangat baik. "Cuando se hablan cosas en el entorno de Uruguay, como las de Luis Suárez, yo no soy quien para valorarlas, pero mi experiencia no fue esa" ujar Ander Herrera, Gelandang. Herrera menilai Bielsa sebagai sosok pelatih yang selalu mengutamakan kerja keras dan menolak untuk berspekulasi atau menyalahkan wasit atas hasil pertandingan.
"Mi experiencia fue buena, fue de un tipo que es bueno con el fútbol, que le hace bien al fútbol. Equipos que no especulan, que atacan constantemente, que no ponen excusas, que no justifican los resultados con el árbitro, que siempre piensa en trabajar" kata Ander Herrera, Gelandang.
Herrera membenarkan bahwa porsi latihan harian yang diterapkan Bielsa sangat menuntut fisik dan bisa berlangsung hingga tiga jam penuh. "Es cierto que es un entrenador muy exigente con el día a día, con entrenamientos de 3 horas. Yo no voy a juzgar lo que hoy en día están viviendo los jugadores de Uruguay, pero mi experiencia es muy buena" ujar Ander Herrera, Gelandang.
Faktor usia saat dilatih oleh Bielsa diakui Herrera menjadi alasan mengapa tubuhnya mampu mengimbangi intensitas latihan super berat tersebut. "Yo estuve con el a los 22, 23 años, in un momento de mi carrera donde me recuperaba descansando bien. En ese momento era idóneo tener a un Marcelo Bielsa.
A mi me mejoró, me hizo mejor futbolista. Añadió cosas a mi juego que luego en mi carrera me han servido mucho" kata Ander Herrera, Gelandang.
Kekalahan dari Spanyol ini memastikan Uruguay tersingkir dari kompetisi, sementara Cape Verde dan Arab Saudi yang berada di grup yang sama juga saling sikut untuk memperebutkan tiket kelolosan melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow