Daftar Tim Paling Mengecewakan di Fase Grup Piala Dunia 2026, Banyak Negara Besar Tersingkir

Smallest Font
Largest Font

Fase grup Piala Dunia 2026 resmi berakhir setelah bergulir sengit selama 17 hari. Sebanyak 72 pertandingan menghasilkan total 215 gol dan meloloskan 32 tim ke babak gugur.

Format baru turnamen dengan 48 peserta sempat memicu kekhawatiran penurunan kualitas kompetisi. Namun, banyak negara debutan justru tampil mengejutkan dan memberikan perlawanan sengit di lapangan.

Sebaliknya, performa impresif tim-tim non-unggulan membuat sejumlah negara favorit tampil di bawah ekspektasi. Beberapa tim gagal lolos, sementara sisanya melaju dengan performa kurang meyakinkan.

Daftar Tim Paling Mengecewakan di Fase Grup

Situasi ini memicu kekecewaan besar bagi suporter. Dampaknya, beberapa pelatih memutuskan mundur dan sejumlah federasi sepak bola langsung menggelar evaluasi total atas hasil buruk tersebut.

Negara Status di Fase Grup Dampak Pasca Turnamen
Korea Selatan Gagal Lolos (Peringkat 3) Pelatih Hong Myung-bo Mundur
Skotlandia Gagal Lolos Pelatih Steve Clarke Mundur
Turki Gagal Lolos Evaluasi Skuad Muda
Tunisia Gagal Lolos Pemecatan Sabri Lamouchi
Uruguay Gagal Lolos Konflik Internal Tim
Portugal Lolos Babak 32 Besar Kritik Ketergantungan Pemain

Kegagalan Wakil Asia dan Eropa

Korea Selatan awalnya diprediksi melaju mulus setelah menang atas Republik Ceko pada laga pembuka Grup A. Namun, mereka kalah dari Meksiko dan Afrika Selatan hingga finis di peringkat ketiga.

Taegeuk Warriors menyudahi fase grup dengan tiga poin dan selisih gol minus satu. Hasil ini tidak cukup membawa mereka melaju melalui jalur peringkat ketiga terbaik.

Kegagalan tersebut berujung pada mundurnya pelatih Hong Myung-bo. Keputusan ini diambil setelah sang pelatih menerima tekanan besar menyusul evaluasi dari pemerintah Korea Selatan.Skotlandia juga gagal memenuhi harapan besar pendukungnya meskipun sempat mengalahkan Haiti. Pasukan Tartan Army tampil sangat pasif ketika berhadapan dengan Maroko dan Brasil di laga krusial.Minimnya kreativitas serangan membuat langkah Skotlandia terhenti di fase grup. Selepas turnamen, Steve Clarke resmi menanggalkan jabatannya sebagai pelatih kepala akibat hasil minor tersebut.

Krisis Lini Depan Turki dan Tunisia

Turki yang digadang-gadang sebagai tim kuda hitam bentukan Vincenzo Montella justru mandul di lini depan. Mereka melepaskan 62 tembakan tanpa gol pada dua laga awal.

Kenan Yildiz mencatatkan 14 percobaan gol yang semuanya gagal menemui sasaran. Kekalahan dari Australia dan Paraguay memastikan Turki tersingkir lebih awal dari kompetisi.

Turki baru memetik kemenangan pada laga terakhir fase grup. Hasil itu diraih saat menghadapi Amerika Serikat yang sudah menurunkan mayoritas pemain pelapis mereka.Sementara itu, Tunisia mencatatkan rapor buruk dan gagal bersaing sejak awal turnamen. Sabri Lamouchi bahkan dipecat manajemen setelah timnya kalah telak 1-5 dari Swedia.

Herve Renard yang sukses menukangi Arab Saudi pada Piala Dunia 2022 kemudian ditunjuk sebagai pengganti. Namun, pergantian kursi kepelatihan ini tidak mengubah situasi tim.

Tunisia kembali menelan kekalahan 0-4 dari Jepang dan tumbang 1-3 saat menghadapi Belanda. Mereka terpaksa pulang lebih awal dengan hanya mengemas dua gol dari tiga laga.

Sorotan untuk Uruguay dan Portugal

Ekspektasi terhadap Uruguay sebenarnya tidak terlalu tinggi meski mereka dilatih oleh Marcelo Bielsa. Namun, kegagalan La Celeste tetap memicu sorotan tajam publik.

Uruguay hanya mampu bermain imbang melawan Arab Saudi dan tim debutan Tanjung Verde. Hasil ini memaksa mereka wajib menang atas juara Eropa, Spanyol, di laga pamungkas.

Uruguay kalah 0-1 dari Spanyol pada pertandingan hari Sabtu (27/6/2026). Kekalahan ini mengakhiri perjalanan mereka di tengah isu perbedaan pandangan antara Bielsa dan pemain.Di sisi lain, Portugal berhasil mengamankan tiket babak 32 besar tetapi penampilannya dinilai tidak meyakinkan. Satu-satunya performa impresif mereka adalah saat melibas Uzbekistan.

Portugal kesulitan membongkar pertahanan RD Kongo dan harus bermain ekstra keras ketika menghadapi Kolombia. Gaya main mereka dianggap lambat di sepertiga akhir lapangan.

Ketergantungan pelatih Roberto Martinez pada Cristiano Ronaldo turut menuai kritik. Penyerang berusia 41 tahun tersebut menjadi pemain dengan menit bermain terbanyak di fase grup.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed