Ketenagakerjaan Swasta AS Naik 38 Ribu Saat The Fed Hadapi Tekanan Kebijakan
Ketenagakerjaan sektor swasta Amerika Serikat meningkat sebesar 38 ribu pada Agustus, lebih rendah dari prakiraan 47 ribu, menurut laporan Automatic Data Processing (ADP) yang dirilis awal September. Data ini menjadi indikator penting menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan dirilis Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada Jumat, yang akan sangat memengaruhi kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Laporan ADP bulan Agustus menunjukkan tren penciptaan lapangan kerja yang masih lemah, dengan angka 44 ribu pada Juli sebagai pencapaian terendah sejak Januari, menimbulkan keraguan atas kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed bulan ini.
Ketua The Fed, Kevin Warsh, menegaskan dalam simposium Jackson Hole bahwa inflasi masih tinggi dan kebijakan ketat belum selesai.
"The Fed tidak dapat menganggap perang melawan inflasi telah selesai hanya karena beberapa data terbaru menunjukkan perbaikan," ujar Warsh. Warsh menilai kondisi keuangan belum cukup ketat untuk menahan aktivitas ekonomi, sehingga data tenaga kerja yang lemah tidak otomatis menghilangkan ekspektasi kenaikan suku bunga.
Sebaliknya, anggota The Fed Christopher Waller menyatakan sikap lebih dovish dengan mengatakan data inflasi yang membaik dapat menjadi alasan untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan September. "Jika inflasi Agustus kembali menunjukkan perbaikan, saya mendukung keputusan untuk mempertahankan suku bunga," ujar Waller.
Namun, Waller tetap membuka kemungkinan kenaikan suku bunga jika tekanan harga kembali meningkat, menunjukkan bahwa The Fed sangat bergantung pada data berikutnya. Yield Treasury AS tenor 10 tahun meningkat tajam hingga sekitar 5%, level tertinggi dalam hampir tiga tahun, menambah kompleksitas prospek kebijakan moneter. Konsensus pasar memperkirakan penambahan nonfarm payrolls sekitar 56 ribu hingga 58 ribu dengan tingkat pengangguran stabil di 4,1% dan pertumbuhan upah melambat menjadi 3% tahunan.
Data NFP akan menjadi ujian utama bagi The Fed untuk menentukan arah kebijakan, terutama dalam konteks perbedaan pandangan antara Warsh dan Waller.
Investor juga akan mencermati revisi data sebelumnya, pertumbuhan upah, dan tingkat pengangguran untuk menilai kekuatan pasar tenaga kerja AS. Jika data NFP kuat dan upah tetap tinggi, peluang kenaikan suku bunga pada September dapat meningkat, sejalan dengan pandangan hawkish Warsh. Sementara itu, data yang lemah tidak otomatis mengurangi risiko kenaikan suku bunga karena fokus The Fed pada inflasi yang masih tinggi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow