Harga Emas Bergerak Fluktuatif Dipengaruhi Data Ketenagakerjaan AS
Harga emas mengalami fluktuasi tajam dalam beberapa hari terakhir karena reaksi pasar terhadap data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) dan sinyal kebijakan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed).
Pada Kamis (3/9/2026), harga emas spot menguat hampir 2 persen menjadi USD4.472,96 per troy ons setelah pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed di September, dilansir dari IDXChannel.
Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan akan mendukung keputusan mempertahankan suku bunga jika data inflasi menunjukkan tekanan yang mereda.
"Jika data ekonomi yang akan dirilis mengonfirmasi tekanan inflasi terus mereda, saya cenderung mendukung keputusan untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan bank sentral berikutnya," ujar Waller.
Penguatan emas didukung oleh penurunan imbal hasil Treasury AS yang mengurangi biaya peluang memegang emas, serta pelemahan dolar AS yang membuat emas lebih terjangkau bagi pembeli luar negeri.
Namun, pada hari Jumat (4/9/2026), harga emas justru turun 1 persen ke posisi USD4.427,7 per troy ons setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan penambahan 162.000 lapangan kerja pada Agustus, angka tertinggi dalam lima bulan terakhir, dilaporkan oleh CNBC Indonesia.
"Emas mengalami penurunan tajam karena angka utama yang sangat kuat dan laporan secara keseluruhan yang solid membuat kenaikan suku bunga pada September jauh lebih mungkin terjadi," kata analis independen Tai Wong.
Data ketenagakerjaan yang kuat ini meningkatkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada rapat 15-16 September menjadi sekitar 65 persen, naik dari 55 persen sebelumnya.
Kepala analis pasar Han Tan menambahkan, "Laporan ketenagakerjaan terbaru ini membuka peluang bagi The Fed untuk merealisasikan kecenderungan kenaikan suku bunganya, bahkan mungkin pada bulan ini." Han juga menyoroti pentingnya data inflasi yang akan dirilis pekan depan sebagai faktor penentu kebijakan.
Analisis teknis dari FXStreet Indonesia menunjukkan bahwa harga emas masih berjuang melewati level psikologis USD4.500 dan menghadapi resistance kuat di Simple Moving Average (SMA) 200 hari di USD4.534.
Emas cenderung sensitif terhadap pergerakan suku bunga dan dolar AS, serta faktor geopolitik dan data ekonomi terbaru, yang memengaruhi daya tariknya sebagai aset safe haven dan lindung nilai terhadap inflasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow