KFA Minta Maaf Atas Dugaan Skandal Layanan Seksual Wasit
Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) resmi menyampaikan permintaan maaf pada Sabtu setelah muncul dugaan penyediaan hiburan seksual bagi wasit asing pada periode 2011 hingga 2012, sebagaimana dilansir dari Bola. Berdasarkan hasil audit pemerintah pada 2016, KFA disinyalir menggunakan kartu kredit perusahaan untuk membayar fasilitas hiburan dewasa dan tempat pijat di Seoul serta beberapa kota lainnya bagi wasit internasional. Pihak federasi mengakui penyesalan mendalam atas deretan kontroversi yang mengguncang internal mereka pasca gelaran Piala Dunia 2026.
"Kami sangat menyesal atas kekecewaan dan kekhawatiran yang ditimbulkan oleh berbagai persoalan dan kontroversi yang melibatkan federasi sejak Piala Dunia 2026," tulis KFA dalam pernyataan resminya.
Sorotan publik terhadap federasi tersebut semakin memuncak menyusul rentetan pemeriksaan politik hingga tindakan hukum secara terbuka. "Kami menyampaikan permintaan maaf yang tulus karena telah menimbulkan kekhawatiran terkait berbagai persoalan, mulai dari sidang parlemen dan penggerebekan polisi yang belum pernah terjadi sebelumnya hingga laporan media mengenai kejadian lebih dari satu dekade lalu yang bahkan tidak diketahui oleh anggota federasi," lanjut pernyataan tersebut.
Menanggapi krisis tersebut, KFA berjanji melakukan reformasi menyeluruh untuk memperkuat transparansi serta memulihkan integritas organisasi. Permintaan maaf ini mengemuka setelah pengunduran diri Chung Mong-gyu dari jabatan presiden KFA dan Hong Myung-bo dari kursi pelatih timnas. Selain itu, kepolisian telah melakukan penggeledahan di kantor KFA terkait dugaan penyimpangan prosedur penunjukan pelatih timnas pada 2024.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow