Knicks dan Cavaliers Hadapi Skenario Sejarah dalam Final Wilayah Timur
Cleveland Cavaliers menghadapi New York Knicks dalam Game 1 Final Wilayah Timur NBA di Madison Square Garden pada Selasa, 19 Mei 2026, yang mempertemukan kembali dua bintang utama, Donovan Mitchell dan Jalen Brunson, setelah kegagalan transfer historis pada musim panas 2022.
Dilansir dari Sporting News, New York Knicks hampir mendapatkan Donovan Mitchell dari Utah Jazz sebelum sang pemain akhirnya dikirim ke Cleveland Cavaliers. Pertemuan di fase krusial ini memicu kembali pembahasan mengenai skenario penggabungan kedua pemain yang sempat direncanakan oleh manajemen Knicks.
Sebelum kesepakatan tercapai dengan Cavaliers, Knicks telah mengajukan penawaran awal berupa RJ Barrett, Mitchell Robinson, Obi Toppin, dan tiga hak pilih putaran pertama yang tidak terlindungi, namun ditolak oleh Utah Jazz. Negosiasi tersebut resmi berakhir setelah Robinson menandatangani perpanjangan kontrak dengan Knicks.
Jalen Brunson mengungkapkan pandangannya mengenai sosok Mitchell yang kini menjadi rival utamanya di lapangan pertandingan.
"Utmost respect," kata Brunson.
Brunson menambahkan bahwa ia telah mengenal Mitchell sejak tahun pertamanya di NBA karena memiliki lingkaran pertemanan yang sama.
"Got to know him since really my first year. We had mutual friends. The dude works really hard. Loves the game. I think he approaches it the right way so I have a lot of respect for him," ujar Brunson.
Brunson juga mengingat kembali masa-masa ketika spekulasi mengenai duet dirinya dengan Mitchell terus bermunculan di media massa sepanjang musim panas.
"That’s all we heard all summer, to be honest with you," tutur Brunson.
Meskipun rumor tersebut sangat gencar, Brunson menegaskan bahwa Mitchell selalu memberikan dampak besar di setiap tim yang dibelanya, baik saat di Utah maupun Cleveland.
"But I think wherever he’s gone — Utah and Cleveland — he’s made an impact. He has that type of presence," kata Brunson.
Saat bermain untuk Tim Nasional Amerika Serikat pada tahun 2023, Brunson mengakui bahwa mustahil baginya untuk menghindari segala rumor transfer yang beredar di televisi dan media sosial.
"It’s impossible not to see things — rumors and all the stuff that comes up on Twitter and all that stuff every single day is always on TV. There’s always possibilities when you hear about that stuff. Donovan is a good friend of mine for a while. We were in the same high school class, our relationship goes back a long way. I think right now, I’m more than happy with my guys, and i love my teammates," ucap Brunson.
Di sisi lain, Donovan Mitchell menuliskan perasaannya mengenai arti penting bermain di laga final sebagai seorang putra daerah asal New York dalam buku harian digitalnya untuk Andscape.
"Being a New Yorker playing in the Finals is just different," tulis Mitchell.
Mitchell menyatakan bahwa statusnya sebagai musuh di kampung halaman sendiri memberikan atmosfer yang sangat spesial dalam karier profesionalnya.
"You don’t take it for granted. You grew up around it. You grew up a fan of it. And now to be an enemy in it is special, for sure. We played there a few years ago [in the playoffs] and we got whupped. The remaining core guys that are here remember that. So, we have to go out and be ready. It’s an amazing opportunity for us and for me being back home, but we got to go in there and take it," cetus Mitchell.
Keberadaan Mitchell di kubu Cavaliers mendapat dukungan penuh dari rekan setimnya, Jarrett Allen, yang menyatakan kepercayaan total terhadap kepemimpinan sang pengawal setelah kemenangan di semifinal.
"I hope Don knows this, I’ll follow him into war," ujar Allen.
Allen menegaskan bahwa seluruh pemain Cavaliers mempercayai setiap keputusan, tembakan, dan instruksi yang diberikan oleh Mitchell di dalam ruang ganti.
"I’ll trust every single decision that he makes, every single shot that he takes, every single word that he speaks in the locker," tegas Allen.
Selain persaingan antarpemain, Newsday melaporkan bahwa Cavaliers juga diperkuat oleh kepala pelatih Kenny Atkinson yang merupakan putra daerah Long Island, New York. Atkinson merefleksikan bagaimana karakter bermainnya terbentuk dari persaingan keras di halaman rumah bersama saudara-saudaranya.
"On days it was like 10 below zero, my dad would be like, 'We're going out there,'" kenang Atkinson kepada NBA.com pada 2018.
Atkinson menyebut ayahnya sebagai pengaruh terbesar dalam karier basketnya yang selalu menanamkan semangat kompetitif sejak dini.
"My dad was a big influence. All my brothers played. And there were just wars in the backyard. Three-on-three, four-on-four, around the world. Always competing," kata Atkinson.
Setelah bermain di Northport, Atkinson pindah ke program sekolah menengah atas St. Anthony’s yang dikenal disiplin di bawah arahan pelatih Gus Alfieri.
"What a big-time program it was at that time and really springboarded me to understanding what serious basketball was," ungkap Atkinson.
Atkinson mengakui bahwa metode kepelatihan Alfieri yang disiplin dan keras memberikan fondasi pemahaman mendalam tentang permainan bola basket bagi dirinya.
"Gus was such a tough-nosed coach and disciplined and learned so much of the game," tutur Atkinson.
Meskipun memiliki ikatan emosional dengan wilayah tersebut, Direktur Alumni St. Anthony's, Denise Creighton, menyatakan dukungannya tetap diberikan kepada tim asal New York melalui sebuah unggahan di Facebook.
"Of course I will be rooting for the Knicks," tulis Creighton.
Namun, Creighton tetap menyampaikan ucapan selamat kepada Atkinson atas keberhasilannya membawa Cavaliers melangkah jauh di fase gugur.
"but CONGRATULATIONS to Friar Alum Kenny Atkinson and the Cavs on their defeat of the Pistons," tambah Creighton.
Rangkaian pertandingan Final Wilayah Timur ini akan terus berlanjut di Madison Square Garden sebelum berpindah ke markas Cleveland Cavaliers untuk menentukan tim yang berhak melaju ke babak NBA Finals.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow