New York Knicks Hadapi Cleveland Cavaliers pada Gim Kedua Final Timur
New York Knicks dijadwalkan menjamu Cleveland Cavaliers dalam gim kedua babak final Wilayah Timur NBA pada Kamis malam waktu setempat setelah mencatatkan kebangkitan dramatis pada laga pembuka. Tim tuan rumah berambisi mempertahankan tren positif delapan kemenangan beruntun, sementara tim tamu berusaha menyamakan kedudukan.
Pertandingan pertama menyajikan kebangkitan mengejutkan dari skuad Knicks yang sempat tertinggal 22 poin saat laga menyisakan kurang dari delapan menit di kuarter keempat. Keberhasilan membalikkan keadaan hingga memenangi babak overtime tersebut menjadi modal penting bagi New York Knicks untuk menghadapi laga berikutnya.
Strategi ofensif Knicks pada gim pertama bertumpu pada keputusan Jalen Brunson yang secara konsisten mengincar James Harden melalui skema ball-screen. Berdasarkan data pelacakan, Harden menjadi bek penjaga screener dalam 24 situasi ball-screen untuk Brunson, dengan 20 di antaranya terjadi pada delapan menit terakhir kuarter keempat dan babak overtime.
Efektivitas serangan tersebut menghasilkan 1,39 poin per peluang bagi Knicks. Ketika aksi ball-screen tersebut langsung menghasilkan tembakan, turnover, atau pelanggaran, produktivitas Knicks melonjak hingga mencapai 1,61 poin per peluang dengan total 29 poin dari 18 kesempatan.
Perubahan strategi sempat dilakukan oleh Cavaliers dengan menugaskan Sam Merrill untuk menutup ruang gerak Brunson agar tidak menggunakan screen, sementara Harden mundur untuk memperlambat penetrasi. Kendati demikian, penyesuaian tersebut tetap mampu dibaca oleh Brunson yang kemudian mengalirkan bola kepada OG Anunoby untuk menghasilkan pelanggaran.
Faktor lain yang memengaruhi performa kedua tim adalah kehadiran Landry Shamet di kubu Knicks yang menggantikan Josh Hart pada menit-menit krusial. Kehadiran Shamet membuat lini pertahanan Cavaliers tidak bisa menumpuk pemain di area bawah ring karena akurasi tembakan tiga angka Shamet mencapai 50 persen selama playoff.
Statistik mencatat Knicks hanya mengemas 28 poin dari 35 penguasaan bola saat lima pemain starter berada di lapangan. Angka tersebut melonjak drastis menjadi 44 poin dari 25 penguasaan bola ketika Shamet bermain bersama empat pemain starter lainnya.
Di sisi lain, Cavaliers sebenarnya mencatatkan kualitas tembakan yang lebih baik sepanjang gim pertama dengan ekspektasi efektivitas tembakan lapangan sebesar 54,9 persen, meski realisasinya hanya mencapai 48,9 persen. Sebaliknya, Knicks mencatat efektivitas tembakan lapangan aktual sebesar 53,4 persen dari ekspektasi awal yang hanya 50,8 persen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow