New York Knicks Incar Gelar Juara NBA Melawan San Antonio Spurs

Smallest Font
Largest Font

New York Knicks berpeluang mengakhiri puasa gelar juara selama 53 tahun saat menghadapi San Antonio Spurs pada Game 5 babak final NBA yang berlangsung Sabtu malam di San Antonio, Texas. Dilansir dari laporan theguardian.com dan nba.com, New York Knicks saat ini memimpin seri pertandingan dengan keunggulan 3-1 setelah melakukan kebangkitan terbesar dalam sejarah final pada Game 4. Knicks membalikkan ketertinggalan 29 poin pada kuarter ketiga di pertandingan sebelumnya untuk meraih kemenangan tipis 107-106 melalui poin penentu dari OG Anunoby saat laga menyisakan 1,2 detik.

Sejarah mencatat hanya ada satu tim yang mampu bangkit dari ketertinggalan 3-1 di final NBA, namun kubu San Antonio Spurs tetap menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi untuk membalikkan keadaan.

Pusat perhatian tertuju pada pusat permainan Spurs yang optimis menghadapi laga hidup mati ini demi memperpanjang napas mereka ke pertandingan berikutnya. "Everybody thinks (and) everybody knows, we’re going to do it," kata Victor Wembanyama, senter San Antonio Spurs.

Wembanyama mengakui kekalahan menyakitkan pada pertandingan keempat lalu merupakan momen yang paling sulit untuk dilupakan sepanjang kariernya, namun timnya kini fokus penuh menghadapi tantangan psikologis di Game 5. "We’re very confident, but yeah, I wouldn’t say it was so hard to, like, shake off, right? Harder than any other game before, by far, for sure.

Now we’re over it. It’s the playoffs. There’s no time to regret things for too long … It felt like there was a time to process this, to really dwell on it.

But not anymore," ujar Victor Wembanyama, senter San Antonio Spurs.

Pemain muda asal Prancis tersebut menambahkan bahwa timnya telah melewati banyak kesalahan sepanjang musim dan selalu berhasil memetik pelajaran berharga dari setiap kegagalan yang mereka hadapi. "It felt like we haven’t skipped any steps because we’ve made almost every mistake we could have possibly done, and we’ve learned from them," kata Victor Wembanyama, senter San Antonio Spurs. "I’m counting on the fact that we’re going to learn before this series is over and apply," tutur Victor Wembanyama, senter San Antonio Spurs.

Di sisi lain, jajaran kepelatihan San Antonio Spurs mengakui bahwa tim mereka turut andil dalam kekalahan di tiga laga sebelumnya akibat kesalahan sendiri seperti kehilangan keunggulan angka dan salah eksekusi di menit akhir.

"There’s no avoiding that we could be better," kata Mitch Johnson, pelatih San Antonio Spurs. Evaluasi ini juga didukung oleh barisan pertahanan Spurs yang merasa performa tim mereka di lapangan sebenarnya tidak kalah kelas dari tim lawan. "It’s not like we’re going out there and getting steamrolled," kata De’Aaron Fox, penjaga San Antonio Spurs.

Sementara itu, New York Knicks datang dengan modal ketangguhan mental setelah mencatatkan 13 kemenangan beruntun di fase gugur ini dan hanya menelan satu kekalahan sejak putaran pertama.

Kekuatan lini tengah Knicks juga diprediksi akan bertambah solid berkat kehadiran para pendukung setia yang siap meramaikan markas San Antonio Spurs. "Our fans are special," kata Karl-Anthony Towns, senter New York Knicks.

"our secret weapon," tutur Karl-Anthony Towns, senter New York Knicks.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed