Konflik Lebanon Memanas Hubungan AS dan Iran Batalkan Dialog Swiss
Eskalasi pertempuran bersenjata antara militer Israel dan kelompok Hezbollah di Lebanon memicu pembatalan mendadak dialog perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat, 19 Juni 2026.
Pertemuan teknis di Bürgenstock tersebut sedianya dilakukan untuk membahas penerapan Nota Kesepahaman (MoU) perdamaian, pembukaan kembali Selat Hormuz, pemulihan ekonomi Iran senilai 300 miliar dolar AS, serta pembatasan program nuklir Teheran.
Pembatalan terjadi setelah serangan roket Hezbollah menewaskan empat tentara Israel, yang kemudian dibalas oleh Israel melalui gelombang serangan udara di Lebanon selatan hingga menewaskan sedikitnya 47 orang.
Guna meredakan situasi yang mengancam negosiasi bilateral tersebut, kedua belah pihak akhirnya menyepakati gencatan senjata darurat di Lebanon yang mulai berlaku pada Jumat pukul 16.00 waktu setempat.
Meskipun situasi sempat menegang hingga memengaruhi pasar minyak dunia dengan kenaikan harga Brent sebesar 0,9 persen ke angka 80,57 dolar AS per barel, Selat Hormuz dilaporkan tetap dibuka dengan pengawasan ketat dari otoritas Iran.
Wakil Presiden AS JD Vance batal terbang dari Pangkalan Militer Andrews setelah Gedung Putih mengumumkan penundaan akibat kendala logistik dan situasi keamanan yang tidak dapat diprediksi.
Sebelum pembatalan tersebut, Wakil Presiden AS sempat memberikan keterangan terkait kepatuhan Iran dalam menjaga keamanan pelayaran di jalur logistik global tersebut.
"The Iranians, for the second night in a row, did not shoot at any ships in the Strait of Hormuz," ujar JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat.
Beliau menambahkan bahwa pihak Iran sejauh ini masih menghormati komitmen awal mereka, namun mendesak Israel untuk tetap menghormati proses perdamaian yang sedang berjalan.
"What the president has grown frustrated with, at times, is that we seem to be right on the cusp of a major breakthrough in the agreement and then all of a sudden there's a major explosion that goes off in a civilian population centre in Beirut, and a lot of people who have nothing to do with Hezbollah lose their lives," kata JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat.
Tindakan militer yang mengorbankan warga sipil tersebut dinilai tidak dapat diterima dan mengancam diplomasi, terutama setelah adanya kritik tajam dari kabinet Israel terhadap posisi AS.
"is the only head of state in the entire world who is sympathetic to the nation of Israel at this moment in time. And he happens to be the head of state of the world’s superpower. If I was in the cabinet of the Israeli government, I might not be attacking the only powerful ally that I have anywhere left in the entire world," kata JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberikan tanggapan berbeda dengan melayangkan pujian kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di tengah ketegangan diplomatik yang terjadi.
"We were very formidable, and Bibi Netanyahu is a warrior prime minister, and he should be acknowledged as that," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Trump juga menegaskan dukungannya terhadap kepemimpinan Netanyahu dalam menghadapi situasi konflik di Timur Tengah saat ini.
"They should give him credit, because he really did," tutur Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Terkait klaim dari Pemimpin Tertinggi Iran yang menyebut AS bertindak karena keputusasaan, Trump membantah keras hal tersebut melalui pernyataan medianya.
"We didn't meet out of desperation, Iran did. They are FINISHED!" cetus Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Meskipun demikian, pihak Israel menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang baru ini bersifat kondisional dan tergantung pada pergerakan musuh di lapangan.
"We are in a ceasefire. The [Israel Defense Forces] IDF is prepared to continue fighting if called upon to do so," kata Effie Defrin, Juru Bicara Militer Israel.
Duta Besar Israel untuk AS juga menyatakan komitmen serupa mengenai penghentian peperangan di wilayah perbatasan utara tersebut.
"firmly committed to an immediate ceasefire" kata Yechiel Leiter, Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat.
Syarat utama dari penghentian serangan ini adalah kepatuhan total dari militer lawan untuk menghentikan seluruh aktivitas peluncuran senjata.
"Hezbollah honors the agreement and ceases its hostilities." kata Yechiel Leiter, Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat.
Sementara itu, perwakilan dari kelompok Hezbollah menyatakan skeptisisme mereka terhadap keberlanjutan komitmen perdamaian dari pihak Israel.
"We will abide by the ceasefire if Israel abides by it, and we have the right to respond," kata Ibrahim al-Moussawi, Anggota Parlemen Hezbollah.
Reaksi keras juga muncul dari internal pemerintahan Israel, di mana Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir menolak adanya tawar-menawar atas keamanan warganya dan menyerukan tindakan ekstrem di Lebanon.
"With all due respect to the Americans, Israel must make it clear to the entire world that the blood of our sons and the security of our citizens are not up for bargaining. All of Lebanon must burn," kata Itamar Ben-Gvir, Menteri Keamanan Nasional Israel.
Kondisi ini memicu kekhawatiran internasional, termasuk dari Prancis yang mendesak AS menggunakan pengaruhnya agar Israel mematuhi hukum internasional.
"This agreement provides for a cessation of hostilities, the Israeli government must respect it, and the United States in particular must exert all the necessary pressure on the Israeli government to ensure that this is the case," kata Jean-Noël Barrot, Menteri Luar Negeri Prancis.
Di belahan dunia lain, Rusia menyatakan kesiapannya untuk membuka dialog dengan negara-negara Eropa guna membahas stabilitas global tanpa adanya tekanan sepihak.
"We were not the initiators of bringing these contacts to zero and ending them. And common sense itself, of course, dictates the need for contacts in order to discuss the huge number of issues, the most complex issues that are on th..." kata Dmitry Peskov, Juru Bicara Kremlin.
Pihak penyelenggara di Swiss mengonfirmasi bahwa persiapan logistik di resort Bürgenstock tetap berjalan sembari menunggu jadwal ulang pertemuan teknis lanjutan antara delegasi Washington dan Teheran.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow