Konten Memasak Penyanyi Denada Viral di Media Sosial

Smallest Font
Largest Font

Aksi penyanyi Denada saat mengolah bahan makanan di dapur mendadak viral di media sosial karena dinilai polos dan menghibur oleh para warganet, seperti dilansir dari Detik Hot pada Jumat (4/9/2026).

Video tersebut memperlihatkan Denada mengenakan piyama sembari melakukan berbagai aktivitas dapur, mulai dari mencuci jamur enoki, merobek sawi secara manual, hingga kebingungan ketika mengolah daging beku ke dalam panci. Keunikan konten tersebut bahkan memicu reaksi dari presenter Sarah Sechan yang teringat kemahiran Denada saat membagikan resep sop ayam.

Denada membeberkan bahwa masakan sop ayam memang menjadi menu utama yang dikuasainya, meskipun ia mengaku belum mahir memasak menu lain secara umum. Proses pengambilan gambar untuk video tersebut kerap ia lakukan pada waktu malam hari.

"Konsepnya seperti itu. Tuh, dinikmati saja. Eh tapi aku seneng lho.

Karena tahu nggak, itu aku rekamannya suka malem ya, karena kan aku sukanya malem. Aku tuh sering misalnya kayak jam 8, jam 9... aku pernah lho jam 11 malem apa setengah 12 malem aku tuh masih syuting di dapur, masak-masak," kata Denada.

Unggahan tersebut rupanya memicu antusiasme penonton hingga ada pengikutnya yang mengikut resep pada larut malam. Denada menceritakan pengalamannya mendapat pesan langsung dari seorang ibu yang mencoba resepnya.

"Ada lho yang DM aku, ngetag aku, dia recook (masak ulang) jam setengah 12 malem gitu. Seorang ibu-ibu gitu yang dia di rumah mungkin lagi gabut, akhirnya ngeliat dia pengen jajan," beber Denada.

Ibu satu anak ini menegaskan bahwa dirinya memang tidak memiliki ketertarikan mendalam maupun latar belakang di dunia kuliner.

"Maksudnya aku merasa sebagai seseorang yang sangat amat tidak experienced dan sangat amat tidak punya passion. Aku memang nggak punya passion buat masak," ujar Denada.

Pengalaman belajar memasak sebenarnya pernah ia jalani bersama asistennya, Mas Romi, sewaktu menetap di Singapura karena situasi menuntut mereka untuk mandiri.

"Dulu waktu aku di Singapura kan aku sama Mas Romi berdua ya, selama di Singapura itu kita berdua sama-sama nggak bisa masak, dan kita berupaya untuk bisa masak karena memang harus bisa masak. Akhirnya kita jadi ngerti masak, tapi akhirnya nyerah aku," tutur Denada.

Lantaran tidak merasa cocok dengan aktivitas memotong dan mengolah bahan makanan, Denada memutuskan membagi tugas domestik dengan asistennya tersebut.

"Jadi aku bilang sama dia, yaudah kita bagi tugas aja ya. Udah Mas Romi yang masak, ngerjain yang lain deh, aku yang bagian beres-beres atau segala, cuci bersih aku deh, aku bilang gitu. Jadi kalau sekarang ya kayak begitu," beber Denada.

Mengenai beragam masukan penonton soal keterampilannya memotong bahan makanan hingga porsi bumbu yang kurang pas, Denada memberikan penjelasannya.

"Bisa! Aku bisa motong cabe. Cuma jangan harapin aku motong cabe seluwes itu, karena memang aku nggak bisa. Boleh dong, maksudnya kita kan... ya aku emang begitu," kata Denada.

Ia menganggap proses memasak sebagai bentuk hiburan untuk mengisi waktu luang tanpa perlu memusingkan rasa akhir masakan.

"Yang penting kan enak. Yang penting hasilnya enak. Ya walaupun kadang enak, kadang keasinan, kadang kepedesan, kadang hambar. Tapi ya nggak papa, aku nikmatin aja, cara aku untuk menikmati waktu," lanjut Denada.

Kini Denada mulai mengeksplorasi resep makanan sehat dan meminta tim di rumahnya untuk mempraktikkan resep-resep pilihan tersebut.

"Masak sehat. Jadi aku berusaha untuk... aslinya memang suka nyari-nyari. Tapi biasanya dulu kalau udah dapet aku kirim ke tim yang di rumah. 'Mungkin yang ini dong, cobain dong bikin ini pengen deh yang kayak gini.'" beber Denada.

Kebiasaan membawa bekal buatan rumah tetap ia jalankan saat beraktivitas di luar rumah demi menjaga asupan nutrisi.

"Walaupun aku tahu ini kan banyak banget makanan sehat ya di luar, cuma kadang-kadang kepengen juga makan itu dari rumah. Karena aku tuh selalu ngebontot (bawa bekal) kalau ke mana-mana," ujar Denada.

Namun saat berkumpul bersama teman-teman dekatnya, Denada justru dilarang ikut campur dalam urusan dapur.

"Suka (bawa bekal). Nah, tapi kemarin-kemarin ini ya cobain, cobain, cobain cuma kalau buat bikin serius apa, jadi semua sebenarnya semua orang terdekat, sahabat-sahabatku, temen-temen deketku tahu. Kalau kita lagi kumpul-kumpul masak-masak, jangan diharapin (aku masak).

Dia suruh duduk aja. 'Duduk, makan, cantik, foto-foto, udah'. Memang nggak bakat," ucap Denada.

Mengenai kuku panjangnya yang sering disorot warganet, Denada mengakui hal itu mungkin menjadi salah satu faktor yang menyulitkan keterampilannya di dapur.

"Mungkin juga, bisa jadi karena kuku panjang juga. Mungkin juga karena memang nggak luwes juga. Mungkin juga karena memang tidak terbiasa sesering itu juga," pungkas Denada.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed