5 Kontroversi Warnai Langkah Argentina ke Semifinal Piala Dunia 2026
Sederet kontroversi mengiringi langkah tim nasional Argentina menuju babak semifinal Piala Dunia 2026. Sorotan publik kini tertuju tajam kepada sang juara bertahan yang tengah berjuang keras dalam mempertahankan gelar juara mereka.
Perdebatan langsung mencuat sejak laga pembuka Argentina di fase grup melawan Aljazair. Lionel Messi menuai kritik keras setelah wasit tidak memberikan sanksi tegas saat dirinya terlihat menginjak betis pemain lawan, Aissa Mandi.
Daftar Insiden di Fase Grup
Insiden Messi tersebut memicu reaksi keras dari warganet di media sosial yang membandingkannya dengan pelanggaran serupa oleh pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun, yang langsung diganjar kartu merah oleh wasit.
Kritik terhadap tim asuhan Lionel Scaloni tidak berhenti di situ dan terus mengalir sepanjang fase grup. Perbedaan sikap wasit serta prosedur VAR dinilai banyak pihak kerap menguntungkan tim pemilik tiga gelar juara dunia tersebut.
| Lawan | Babak | Pemain Terlibat | Bentuk Kontroversi |
|---|---|---|---|
| Aljazair | Fase Grup | Lionel Messi | Injakan ke betis Aissa Mandi tidak diberi sanksi tegas. |
| Austria | Fase Grup | Alexis Mac Allister | Dugaan jebakan kepada Xaver Schlager sebelum gol pertama Messi. |
Di samping badai kritik, Argentina tetap menunjukkan performa impresif dengan melaju ke semifinal dua edisi beruntun. Sang kapten, Lionel Messi yang berusia 39 tahun, bahkan telah mengemas delapan gol.
Ketegangan Melawan Cape Verde dan Mesir
Laga babak 32 besar melawan Cape Verde juga memicu tiga kontroversi sekaligus. Momen pertama terjadi ketika Lionel Messi menendang bola mati saat kiper Vozinha sedang sibuk mengatur pagar betis timnya.
Selanjutnya, bola sempat mengenai tangan Facundo Medina saat Cape Verde membangun serangan balik, namun diabaikan wasit. Nicolas Tagliafico juga langsung masuk ke lapangan tanpa menunggu izin wasit usai menerima perawatan medis.
| Lawan | Babak | Jenis Insiden | Detail Kejadian |
|---|---|---|---|
| Cape Verde | 32 Besar | Handball & Prosedur Medis | Dugaan handsball Medina diabaikan; Tagliafico masuk tanpa izin wasit. |
| Mesir | 16 Besar | Intervensi VAR | Pembatalan gol Mesir dan tidak adanya tinjauan penalti untuk pelanggaran Alvarez. |
Pertandingan babak 16 besar melawan Mesir dianggap menjadi momen paling kontroversial bagi Albiceleste. Mesir sempat unggul 2-0 sebelum VAR menganulir gol Mostafa Ziko karena dugaan pelanggaran sebelum gol tercipta.
Keputusan VAR kembali dipertanyakan saat Alexis Mac Allister menarik baju Hamdy Fathy. Selain itu, tindakan Julian Alvarez yang menjatuhkan Mohamed Salah di kotak penalti juga lolos dari tinjauan khusus sebelum Argentina berbalik menang 3-2.
Keputusan Kartu Merah Kontroversial Swiss
Kontroversi terbaru terjadi pada babak perempat final saat melawan Swiss. Wasit menganulir kartu kuning Leandro Paredes setelah meninjau VAR, lalu memindahkan hukuman kartu kuning tersebut kepada pemain Swiss, Breel Embolo.
Akibat keputusan tersebut, Breel Embolo yang sudah mengantongi satu kartu kuning sebelumnya terpaksa menerima kartu merah. Kehilangan satu pemain membuat Swiss harus melanjutkan pertandingan dengan 10 orang hingga laga usai.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow